Selasa, 21 Oktober 2014

PINTU MENUJU MIMPI



Alhamdulillah, puji syukurku yang tiada tara pada-Nya, atas hadirnya blog yang InsyaAllah kan segera menjadi jembatan untukku menuju kehamparan mimpi-mimpiku di setiap masa yang dianugerahinya.

Mimpi dalam pikiranku adalah sesuatu hal atau banyak hal yang ingin kuraih dalam kehidupan, bukankah itu artinya kamu berkata mimpi adalah cita-cita? Itukah yang terpikir olehmu saat membacanya?! Yah, itu benar bagiku mimpi adalah cita-cita. Kenapa? Ada yang gak setuju dengan pemikiran ini. Yah, itu hak kamu.

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep). Itulah definisi mimpi yang muncul di mbah google. Yah, definisi inilah yang lebih bisa diterima oleh manusia, bahkan istilah “bunga tidur” masih sangat melekat di pikiran.

Jika bicara mengenai mimpi sebagai “bunga tidur”, aku sempat menganggap mimpiku itu adalah nyata, bahkan pernah mimpi saatku tidur itu terjadi di kemudian harinya, namun bukan itu yang ingin kubahas disini.

Mengenai mimpi adalah cita-cita, khayalan, ataupun segala sesuatu yang diinginkan di masa depan, itulah yang akan menjadi pembuka blogku kali ini. Mimpi-mimpiku tentang hari depan, mimpi-mimpiku tentang ingin jadi apa aku nantinya, mimpi-mimpiku tentang caraku habiskan kehidupan sementara ini menuju kehidupan abadi di akherat kelak.

Zaman Sekolah Dasar adalah masa dimana hal mengenai cita-cita sering dipertanyakan, menjawab pertanyaan itu, tentu ada beragam jawaban yang diberikan, dan taukah  kamu apa jawabanku? Menjadi Dokter? Kukira Bukan. Menjadi Guru? Bukan itu. Menjadi Artis? Juga bukan. Lalu apa?

Saat pertanyaan mengenai cita-cita itu sampai kependengaranku, jawabanku apa ya?! Lah kok?! Hehehe… maaf, aku tak ingat mengenai hal itu, namun bila kini kamu pertanyakan apa mimpiku, maka kan kujawab. Di masa depan, aku ingin menjadi penulis yang mencerahkan dan memancarkan kebaikan bagi dunia. Yah, itulah mimpi sekaligus do’a yang setiap masa selalu terngiang di pikiranku. Semoga Allah SWT. meridhoi, Aamiin.

Lalu bagaimana denganmu, apa mimpimu teman?

     Okay, huimang-i doum-i chingu, 
     To mannayo… ^_^

2 komentar:

  1. Kita punya mimpi yang sama Teh Hiday. Awal aku jatuh cinta dengan mimpi tersebut adalah ketika Aku terpesona dengan novel pembangunan jiwa nya kang Abik. Sebut saja Bumi Cinta, Api Tauhid.


    Semoga cita² saya kesampaian .. kalau Teteh kan lagi jalan. Hehe

    BalasHapus
  2. Hihihi ... salah orang nih.
    Semoga suatu saat bisa menjadi lebih dari Kang Abik ya, Kang.

    BalasHapus