Senin, 18 Mei 2015

Menanti Hadirnya Karya Indah Cinta


          Aku ingin merangkai kata, namun untaian kata itu begitu enggan merambah di pikiranku, begitu malu-malu menampakkan dirinya menyatu dengan kalimat indah dan menjadi karya yang mampu merasuki jiwa dan raga. Entah apa sebabnya semua hal yang ingin tertuangkan itu, tersesat dan tak tahu rimbanya, terpecah dan bahkan menghilang bersama masa yang semakin melaju jauh meninggalkan pikiran yang makin berkecamuk rindu akan kalimat indahnya yang tak jua menghadap.
        Akankah semua mimpi harus berakhir, berhenti dan memulai masa yang baru dengan pikiran yang baru dan tentu saja akan membutuhkan masa yang lama yang entah kapankan kembali mengalirkan mimpi-mimpi baru dan mengarahkan pikiran menyatu dalam jiwa dan raga dengan ketetapan hidup terjalani.
       Kini, hanya bisa menanti masa yang kan mengembalikan semua mimpi atau bahkan memunculkan mimpi-mimpi baru, menghidupkan kehidupan dengan surya kalimat-kalimat indahnya, merangkai kata menjadi sebuah karya yang mampu memancarkan keindahan hidupnya, dan menjadikannya hidup dalam gelimangan nuansa indaha kan mimpi yang terpancarkan.
      Aku ingin curahkan semua, apa yang ada dalam pikiran tentang lika-liku kehidupan, tentang apa yang terjadi di dunia ini, tentang segala hal yang menggembirakan, mengharukan, mengecewakan, dan bahkan hal yang paling menyedihkan. Tak peduli apakah itu tentang manusianya, tentang alamnya, atau bahkan tentang segala yang ada disekitar alam semesta.
      Semua hal yang bisa menjadi karya, semua peristiwa yang pantas menjadi sejarah, semua pemikiran yang memunculkan persatuan maupun pertentangan, semua seluk beluk prilaku didalam kehidupan, semuanya, segalanya, hal apapun itu yang pantas untuk diceritakan, hal apapun itu yang pantas dibesarkan, hal apapun itu yang pantas disebarluaskan menjadi sebuah karya indah yang mampu menimbulkan emosi yang tiada bias diprediksi.
     Akankah karya itu menjadi nyata? Akankah impian sastra itu temukan tujuannya? Akankah seni tari kata itu tunjukkan hasilnya? Hanya masa dan ketetapan hati serta pikiran yang bisa wujudkannya dan tentu saja semua atas ridho-Nya.



Selasa, 12 Mei 2015

Kado Terindah Untukmu Cinta


            Ada yang sudah bertambah umurnya hari ini, dan lagi ngidam kado nih, hihihi… Sangat di Sayangkan dia meminta pada seseorang yang amat susah untuk pergi keluar rumah selain rutinitas kerja dan hal penting lainnya. Pergi shopping adalah hal yang selalu di hindarinya, sangat dihindari oleh cinta. Entah apa sebabnya, cinta amatlah enggan, sangat enggan untuk pergi keluar bila tujuannya adalah untuk berbelanja.
Cinta lebih memilih akan memberikan wewenang shopping pada orang yang sangat mengagumi hal itu, dia cukup hanya akan memberikan materi yang dibutuhkan daripada pergi dan berburu belanjaan, mungkin karena sifat bosan dan malasnya yang menjadi pemicu betapa dia amat menjauhi yang namanya “shopping”.
Bukannya apa-apa, cinta amatlah ingin melihat sendiri bagaimana bahagianya orang-orang disekitar dirinya bila sedang berburu belanjaan, cinta amat ingin juga memberikan sesuatu yang spesial yang dipilih sendiri olehnya, namun cinta tak sama seperti yang lainnya, cinta akan sangat pusing dan memberontak sendiri karena tak dapat suaikan pilihan, dan akhirnya hanya akan berakhir pada kesia-siaan.
Cinta adalah sosok yang amat sulit memilih bila diminta, cinta adalah sosok yang amat sulit diterka, bahkan Ia sendiripun amatlah sulit memahaminya. Mungkin akan terkesan sombong, bila cinta hanya akan memberikan materinya saja dan membuat yang lainnya memilih, namun jangan menjudgenya karena Ia sebenarnya juga ingin memilihkan sesuatu yang special untuk orang-orang tersayangnya, namun lagi karena hal itu amatlah sulit bagi pikiran dan hatinya Ia hanya dapat memberikan wewenang seseorang itu memilih sendiri kebahagiaannya.
Terlepas dari hal dunia yang begitu dihindarinya itu, cinta akan sangat dengan hati terbuka selalu memberikan titipan do’a untuk orang-orang disekitarnya, cinta akan melantunkan do’a terindahnya untuk mereka tercinta dan dalam diam merangkak kekalbu insan tercinta. Karena kebahagiaan dunia takkan bisa menyentuh namun akan sangat lengkap bila diiringi kepuasan bathin akan kehadiran-Nya.
Jadi, untuk sosok yang sedang berultah hari ini, kado terindah dari cinta adalah do’a. Biarkan cinta memberikan kebahagiaan dengan caranya, maafkan bila tak terlalu memuaskan, namun bukankah do’a adalah hal tertulus yang merupakan hadiah terindah bagi insan beriman.
Bertambah umur berkurang masa kehidupan, maaf untuk berucap hal itu, namun itulah kenyataan. Hari bahagia bisa juga menjadi hari yang harus direnungkan, bermuhasabah diri, mengingat segala perjuangan, kembali pada kenangan masa yang telah berlalu, dan merancang kehidupan didepan, berusaha menjadi sosok yang lebih baik, sosok yang lebih beriman, sosok yang lebih bahagia dunia dan akhirat.
So, finally, untukmu yang tengah berbahagia akan bertambahnya usia di duniamu, cinta selalu akan selalu mencintai sepenuh jiwa dan raga, menyanyangi dengan seluruh kuasa-Nya, cinta dan sayang ini kan selalu untukmu, do’a terindah kan selalu bersemayam untukmu, kebahagiaan dunia dan akhirat kan menjadi hadiah terindah bagimu dari cinta-Nya.

Rabu, 06 Mei 2015

Hijab Story



Masih jelas terasa di pikiranku, pertama kalinya aku memutuskan untuk mengenakan jilbab, saat itu aku adalah seorang siswa kelas 6 SD, aku begitu terpana melihat kakak sepupuku yang ku kenal amatlah tomboy tetibanya datang kerumah dengan penampilan yang berbeda, jilbab yang dikenakannya menambah ketajaman pancaran kecantikan dirinya, seolah terhipnotis amat sangat dalam, aku sampai tak bisa berkata apapun hanya diam terpenjara dalam pikiran yang berkelebatan dengan berisiknya.
Setelah hari bersejarah menurutku itu, aku pun memutuskan untuk berjilbab, namun aku tak bisa begitu saja mengganti seragam sekolahku, aku harus tetap mengikuti peraturan yang ada, jadilah aku hanya akan berjilbab saat pergi les di sekolah, dan di hari biasa jam pelajaran sekolah aku tetap dengan seragam yang seperti biasanya.
Barulah di Sekolah Menengah Pertama, aku akhirnya dengan sukacita dapat mengenakan jilbab sesuai yang kuinginkan, dan betapa canggungnya karena hanya aku seorang yang berjilbab di kelasku, namun begitu kegembiraan tetaplah mendominasi hati, tak peduli dianggap manusia langka, tak peduli tatapan beragam yang melihat penampilanku, aku tetap bangga dengan jilbabku.
Percaya tidak percaya, ternyata ada yang berpikiran bahwa aku ‘botak’, sehingga memutuskan untuk berjilbab, aku tak henti menelan tawa saat salah satu teman sekelasku memberitahukan perihal itu, keyakinannya akan ‘kebotakanku’ makin menjadi tatkala aku seringkali tak masuk sekolah karena sakit.
Jadilah teman sekelas sekaligus tetanggaku menjadi pembicaraku, saat aku tak masuk karena sakit, ia pun menceritakan perihal penyakitku yang sebenarnya tidak terlalu parah, dan juga bahwa aku tidaklah ‘botak’, bahkan memiliki rambut yang amat panjang, karena panjangnya hingga aku tak ingin ambil pusing bagaimana mengikatnya dan memutuskan membungkusnya saja dalam jilbabku.
Mendengar ceritanya, aku bingung harus bagaimana, aku tak bisa marah karena ia bermaksud baik agar tak ada lagi rumor ‘botak’ didiriku, tapi tetap saja bagaimana bisa dia memberikan alasan sekenanya mengenai ‘kejilbabanku’. Biarpun demikian rumor itu memang telah pergi, namun muncul pertanyaan baru, ‘cin, rambutmu sepanjang apa?’ ‘seperti apa sih bentuknya, lurus, ikal ataukeriting?’ dan beragam pertanyaan lainnya yang hanya ku timpali dengan senyuman. Bahkan temanku yang menyebar isu mengenai rambutku itu hanya bisa tertawa dengan puasnya mendengar hebohnya mereka dengan ‘makhluk langka’ yang satu ini.
Dikelas dua dan tiga aku tak lagi menjadi ‘makhluk langka’ dikelas, karena teman-teman muslimahku sudah mulai banyak mendapat pencerahan untuk berjilbab, dan hal itu adalah anugerah tak terhingga dan amat sangat kusyukuri, akhirnya jilbab menjadi dambaan setiap muslimah yang masih belia seperti kami saat itu.
Memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi tepatnya di Sekolah Menengah Atas, makin banyak wanita berjilbab ku jumpai, bahkan dikelas pun cukup dominan, kembali rasa syukur yang amat mendalam kulimpahkan, namun aku tetaplah anak manusia yang labil, aku yang masih fakir ilmu akan bagaimana seharusnya sosok muslimah itu, masih saja berpenampilan tomboy yang tak terkira, walau tetap jilbab tak pernah tinggal.
Hingga akhirnya, masa perkuliahan merasukiku, sepertinya Allah ingin aku segera tahu akan hakikat seorang muslimah, jadilah aku diterima di salah satu universitas islam, awal masuk kuliah aku sudah disibukkan dengan perubahan penampilan, aku yang hanya punya rok seragam sekolah, harus berjuang memburu rok untuk kuliahku, dan dengan rela mengucapkan perpisahan pada celana-celana panjangku.
Aku juga mulai penasaran dengan organisasi di kampus, rasa penasaran itu makin kuat tatkala banyak teman yang juga ingin ikut dan utamanya lebih ingin mendalami ilmu agama. Sungguh Allah amatlah sangat sayang pada kami, begitu mudahnya hidayah itu masuk melalui kakak-kakak yang lebih dulu faham akan islam, melalui teman-teman yang sejak sekolah telah berkesimpung didunia organisasi itu, jadinya kami sedikit demi sedikit lebih mengenal islam dan makin mencintai-Nya.
Aku yang dulunya masih amat fakir ilmu akan islam, bahkan hingga kini pun masih, mulai perlahan memahami hakikat muslimah dalam berhijab, yah hijab yang dulunya lebih akrab dengan ‘jilbab’ saat kuliah aku mulai mengakrabkan diri dengan ‘hijab’, jika dulu hanya sekedar berjilbab untuk memenuhi kewajiban sebagai muslimah, saat kuliah lebih memahami seperti apa muslimah yang berhijab itu.
Dan semoga begitupun demikian denganmu saudari-saudariku, hijab adalah mahkotamu, berbahagialah bagi engkau yang telah menemukannya, dan bagimu yang masih kesulitan akan mahkotamu, semoga suatu masa engkau kan menemukan dan berdamai dengannya. Pancarkan kecantikanmu dengan berhijab sesuai syariat-Nya. ^_^