Selasa, 16 Mei 2017

Cerita Mimpi Cinta


Lama juga jari - jari ini tak menunjukkan tarinya, Eh, siapa tuh? Oh, Cinta? Gadis itu tetiba datang dengan ekspresi yang sulit kutebak, walau yah, gadis yang sudah beranjak dewasa itu memanglah amat misterius bagi sekitarnya. "Aya gimana dong, aku harus gimana? Kenapa ini bisa terjadi? Ya Allah, astaghfirullah, gimana dong? Gimana bisa itu terjadi? Ya Allah, astaghfirullah."
What? Gadis ini, ada apa dengannya? "Ciiin, gimana aku bisa jawab, kalau kamu baru datang trus tiba-tiba ngeluarin kata gimana-gimana? Tarik nafas dulu perlahan ya, okay tarik, hembuskan, bismillah. Sekarang cerita apa yang terjadi?" gadis itu akhirnya sudah terlihat lebih tenang, lagi-lagi aku memanggilnya gadis, padahal kalau diukur dari usianya dia sudah pantas punya anak, hah, gadis itu, la tuh kan?! Ah, sudahlah.
"Okay, jadi gini, secara ajaib tadi aku bangun subuh…" what? Bangun subuh kok ajaib, emang selama ini kamu bangun jam berapa Cinta? Hah, gadis luar biasa. Cinta seolah tak memperhatikan atau tepatnya memang tak melihat ekspresiku, dia tetap saja berceloteh. "aku udah coba buat gak tidur lagi, tapi mata ini masih aja berat banget, dan – dan - dan pada akhirnya mimpi tak terduga itu datang, aku gak tahu, kenapa aku bisa mimpiin dia" Untuk sekejap Cinta berhenti tuk kembali mengambil nafas, sepertinya gadis ini masih shock berat, buktinya dia masih tergagap mengungkap apa yang terjadi,  and dia? Dia siapa?
Aku masih setia mendengar dan menunggu dalam diam walau otak ini udah mulai berontak buat keluarin semua tanya. "Di mimpi yang seolah nyata buatku itu, aku sedang berkumpul tapi gak terlalu jelas sama siapa, setelah itu aku pergi keluar menjauh. Yang pada akhirnya membawaku tepat di depan masjid, tapi entah hari apa itu sehingga masjid terlihat penuh, dan kembali membuatku pergi menjauh. Di pekarangan masjid terlihat olehku sebuah mobil yang sepertinya ada orang di dalamnya, tetibanya disepanjang jalan diamku, sosok dalam mobil itu memanggilku, dan entah bagaimana caranya aku telah berada dalam mobil bersamanya, yang aku lagi-lagi entah bagaimana tak terlalu jelas melihat, sepertinya penglihatanku terganggu…"
What? Gadis ini yang benar saja, penglihatanmu memburuk dan entah bagaimana dia sudah berada dalam mobil bersama orang asing, iya aku tahu ini hanya mimpi, tapi bagaimana kalau di dunia nyata dia juga begitu? Hah, aku tak bisa membayangkan, semoga saja dia cukup waras untuk tidak membiarkan dirinya bersama orang tak dikenal.
"Tapi anehnya entah bagaimana aku asyik mengobrol dengannya, menceritakan kisahku hari itu, dan sesekali dia menimpali dan lagi-lagi aku tak terlalu melihat jelas atau tepatnya aku tak terlalu melihat kearahnya atau bahkan peduli akan sosoknya, yang aku pikirkan tentangnya dia mungkin menunggu anak dan istrinya, dan juga mungkin saja hari itu dalam mimpiku aku hanya butuh seseorang mendengarkanku. Sepanjang kebersamaan kami aku masih saja berceloteh dan dia juga tidak hanya mendengar tapi terkadang juga memperdengarkan suaranya, hingga akhirnya kami terdiam membisu…" Jadi, sosok itu seorang pria? Tapi, bagaimana bisa, dia? Ah, sudahlah, toh benar, hanya mimpi.
 "Aku tidak tahu apa yang dilakukannya, dan aku saat itu melihat salah satu medsos, entah bagaimana aku melihat foto pernikahan temanku terposting di akunnya, yang sebenarnya dia belum menikah saat ini, bukankah itu aneh? Lebih aneh lagi kenapa aku bermimpi dia menikah ya? Mungkinkah aku merindukannya karena kami sudah lama tidak berkomunikasi? Yah, mungkin saja. Oh, okay lanjut kemimpiku ya, setelah saling membisu, aku melihat sekeliling yang mulai ramai memenuhi pekarangan masjid, akhirnya akupun pamitan padanya dan menuju masjid yang sudah lengang untuk shalat.
"Tak disangka aku berjumpa kakak sepupu yang sudah lama tak bertemu, dan saat aku bermaksud untuk masuk ke masjid bersamanya, seorang ibu menyapaku dan berkata hal yang tak sepenuhnya kumengerti, saat itu aku tak langsung menjawab karena aku juga tidak mengerti apa maksudnya, yang kuingat beliau menyebut namaku, dan sepintas aku melihat sosok yang sepertinya familiar untukku…" What? Apalagi kali ini?
"Sosok itu, wajah itu, itu dia Aya, itu dia?! Tapi bagaimana bisa?! Kami tidak pernah bertemu sebelumnya, aku hanya pernah melihatnya sesekali saat mengecek medsos-ku hanya itu, aku bahkan tidak pernah terpikir akan dirinya, benar-benar, aku sangat tidak mengerti…" Kembali gadis itu mematung memikirkan apa arti mimpi yang dialaminya. Aku, sebenarnya masih belum mengerti, jadi mimpinya berhenti disana? Karena dia begitu shock melihat ‘dia’ yang dikenalnya di medsos? Begitu?
"Tapi Cin, apa kamu benar tidak dekat dengannya?" Apa yang kulakukan, kenapa aku malah bertanya? Hah, pasti dia jadi makin bingung lagi. "Itu dia Aya, aku tak mengerti kenapa dia harus muncul dalam mimpiku? Seperti yang kubilang tadi, aku dan dia, kami tak punya hubungan apapun, hanya teman di medsos. Hah, entahlah, mungkin saja itu teguran untukku agar tidak lagi tidur setelah subuh, heh, lagipun aku juga tak terlalu sering bangun subuh kan? Atau mungkin juga karena hal itu, karena aku sangat jarang bangun subuh? Ya Allah, astaghfirullah, semoga Allah mengampuni. Ya Allah."
Lagi, gadis itu diam sambil menutup matanya, inilah kenapa aku masih menganggapnya seorang gadis, karena walau usianya tak lagi muda, dia masih bersikap seolah dia masih seorang gadis remaja. Karena cerita mimpi Cinta, aku jadi lupa mau nulis apa, tapi berkat Cinta juga aku jadi punya bahan tulisan, walau mimpinya itu juga menjadi tanda tanya untukku, seperti yang diungkapkannya tadi, jika memang tak terpikir, lalu bagaimana bisa muncul dalam mimpi.
Apa mungkin? Hah, sudahlah, aku tak berani menyampaikan pendapatku padanya, karena aku tak ingin membuatnya semakin memikirkan dan akhirnya akan membuatnya sakit kepala, yah, bagaimanapun juga gadis itu pernah mengalami hal tak mengenakkan pada kepalanya, dan aku tak ingin memicu sakit itu muncul lagi, biarkan saja apa adanya, kuyakin dia juga kan berpasrah saja. Yah, hanya DIA yang tahu apa sebenarnya terjadi, dan hanya DIA yang tahu apa yang akan terjadi. Yang kan terjadi, terjadilah. ^_^


0 komentar:

Posting Komentar