Selasa, 16 Januari 2018

For You Emak

Tulisan ini kudedikasikan untuk Emak-emak kece luar biasa, para Ummi yang sedia menjadi ibu rumah tangga yang siap untukku teladani. Kenapa tiba-tiba nulis ini? Faktor utamanya sih karena beberapa teman yang sekarang sudah jadi ibu, dan bersedia memberi pelajaran pada temannya yang singlelillah ini, hehehe… Okay kita mulai ya.
Betapa banyaknya wanita yang setelah menikah dan menjadi ibu memilih berhenti dari pekerjaannya untuk mendedikasikan diri sebagai irt full bekerja di rumah dari sebelum matahari terbit hingga terbenam, walau begitu banyak ocehan tak menyenangkan yang harus ditelan mentah-mentah, seperti, misalnya: "sarjana kok Cuma jadi irt?" atau "gak bersyukur banget sih, udah dapat kerjaan malah berhenti?" ini lebih parah lagi, "kilahnya mau jadi irt, emang bakalan sanggup?" udah ya, segitu aja, aku nulis itu malah sakit banget nih hati.
Untuk mereka yang belum mengetahui arti penting menjadi ibu rumah tangga memang akan selalu sirik sih, padahal, jika saja mereka faham betul bahwa irt adalah profesi mulia bagi seorang wanita, mungkin akan malu sendiri, apalagi Emak-emak sekarang sudah sangat produktif, kenapa? Karena walau selalu berada di rumah mengerjakan segala hal, dan terkadang tidak punya banyak waktu luang untuk melakukan hal yang digemari, namun tetap bisa menjadi ibu yang kreatif.
Bisa kita lihatkan gimana antusiasme para bunda berbisnis di rumah, bahkan terkadang aku tuh surprise banget karena dengan seabreg kerjaan yang musti dilakukan masih bisa aja gitu punya waktu buat berniaga?! Jempol buat para Emak keren di dunia. Betapa mulianya dirimu Bunda, sudah mengerjakan segala hal ditambah berbisnis pula, sungguh beruntung kami memilikimu.
Disisi lain, ada pula beberapa teman yang juga sudah menjadi ibu tetap memilih bekerja kantoran, dan hal ini juga kadang dikritisi! Hah, manusia… gak kerja diocehin, kerja juga diomongin. Bagi Bunda yang tetap memilih untuk bekerja, lain lagi omelan tak mengenakkan yang harus didengar, ini nih contohnya: "aduh, kesian anaknya ditinggal kerja, ibu macam apa itu?" atau yang ini nih, "itu suaminya gimana sih, kok istri kerja dibiarin aja, trus yang ngurus anak-anak siapa?" ngeselinnya lagi sampai bawa-bawa orangtua, "gak kesian apa sama ortu? Udah renta gitu disuruh jagain anak?" dan lain sebagainya, makin gak enak nih hati, sabar ya bunda cantik solehah.
Terlepas dari segala omongan yang tak bertuan itu, untukmu para Ummi cansol, tetaplah menjadi ibu terbaik untuk anak-anakmu, yang akan menghantarkan mereka menuju gerbang kebaikan dunia maupun akhirat, sungguh menjadi ibu itu tidaklah mudah, dan menjadi irt itu ialah amat mulia. Moga kelak jiwa yang masih sendiri ini dapat mengikuti jejak perjuanganmu wahai wanita mulia kebanggaan surga.



2 komentar: