Rabu, 10 Januari 2018

Kisah Cinta di 2018


2017 akhirnya berlalu begitu saja, Cinta yang entah kemana rimbanya, menghilang tanpa suara…
"Ayaaaa…." Suara ini? inikan?! "hai cantik kangen ya sama Cinta?"
Gadis ini selalu begitu, muncul dengan segala surprise-nya, kau tahu maksudku, seperti yang sudah-sudah, bila Cinta muncul itu artinya Ia punya sesuatu untuk dikisahkan, dan itu benar, keceriaan yang sesaat tadi ditampilkan berubah curam, kisah bermula ketika bunda mencarikan jodoh untuk anak gadisnya, pertemuan itupun terjadi, pertukaran info mengenai diri dan keluarga mengalir deras.
Cinta yang dulunya cuek kini berpasrah demi kebahagiaan keluarga, menjalani hal yang sebelumnya tabu bagi diri; bertemu, berkomunikasi, bepergian hingga akhirnya keresahan tiba dan akhir dari kepasrahan menghampiri. Saat pria itu menghubungi, basa-basi mengawali, dan tibalah masa di mana Cinta akhirnya memberanikan diri mempertanyakan kesiapan menuju hari yang kan menggenapkan setengah dien-nya.
 Bukan tanpa alasan gadis ini mempertanyakannya, tapi karena lelaki itulah yang selalu memancing percakapan tentang hal sakral tersebut, meski sebenarnya Cinta pun masih belum memiliki jawaban yang pasti apakah akan menjalaninya dengan sosok yang baru dikenalnya itu, akhirnya jawaban pun diberikan, pemuda gagah itu memberanikan diri mengungkapkan apa yang terasa di hati.
Mendengarnya Cinta pun lega karena akhirnya tak lagi kan meragu, namun dengan mata sebening kaca menahan tangis, gadis manja ini mengkhawatirkan keluarga terutama bunda bila mengetahui apa yang menjadi keputusan dari pembicaraan mereka, hingga kini gadis yang selalu mengutamakan keluarganya ini masih belum mampu berkata yang sebenarnya tentang hal yang dibicarakannya dengan sosok yang selalu ditanya kehadirannya itu.
"Apa yang harus Cinta lakukan Aya? Lelaki itu bilang sebenarnya dia masih belum memiliki kesiapan, dia ingin menjalaninya saja dulu tanpa memikirkan akan seperti apa nantinya, selama ini dia hanya bercanda membahas pernikahan, karena sejatinya dia masih belum yakin untuk menjalaninya." Tanpa terduga air mata yang selalu coba kutahan akhirnya mengalir, padahal gadis tangguh ini, menangis saja tidak, dia masih mampu mempertahankan air mata itu untuk tidak jatuh.
Bukan kesedihan hati karena masih belum menemukan jodohnya, melainkan kepedihan hati keluarga bila tahu seperti apa sosok yang selalu mereka pertanyakan itulah yang menjadi beban di hati Cinta, karena sejatinya Ia tak pernah berharap selain pada-Nya, cinta di hatinya hanya untuk Allah, Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya.

0 komentar:

Posting Komentar