Selasa, 27 Februari 2018

Jerit Hati Sang Koruptor


Dulu, aku adalah seorang yang sederhana,
Begitu besar kepedulianku pada sesama,
Indahnya kebahagiaan yang terjalin erat terasa,
Berbagi kemurnian cinta yang indah dan mempesona.

Di pertengahan hariku yang lain kini,
Di mana aku berada dalam situasi yang mewah,
Semua serba megah sangat megah,
Hilangkan kesederhanaan yang dulu membumi di hati.

Dan kini,
Terekam segala kekacauan hati,
Saat harta telah menguasai,
Kemewahan tak terhindari,
Dan akhirnya kesederhanaan beranjak pergi.

Aku,
Dengan kuasa termiliki,
Dengan harta yang membanjiri,
Dengan kemewahan membudaki,
Pergi menjauh dari suara-suara hati yang tersakiti,
Membohongi diri dan hati-hati di sekelilingku demi kemuliaan yang telah mati.

#onedayonepost
#odopbatch5

Senin, 26 Februari 2018

Sadarlah!


Hah ... Yang benar saja?
Dirimu yang bahkan semut saja tak tertarik!
Malah mengharapkan dia yang begitu sempurna?
Sadarlah wahai diri, jangan mengusik!

"Tapi, tiada yang salah dengan berangan, bukan?"
Hei ... Ayolah, jangan terlalu keras kawan!
Benar ucapmu itu,
Namun, ku hanya ingin ingatkan,
Terlalu berharap 'kan timbulkan kecewa tak berkesudahan.

"Lalu, bagaimana? Nasi telah menjadi bubur!"
Lalu kenapa?
Bukankah bubur juga membawa manfaat?
Jangan terlalu bawa perasaan, sobat!
Siapkan saja diri tanpa hilang martabat!

Duri, 26 Februari 2018

#onedayonepost
#odopbatch5

Minggu, 25 Februari 2018

For You Shalihah

Halo semuanya, apa kabar di hari ahad yang ... Panas banget sih kalo di tempat Aya,  kamu gimana? Oh iya, hari ini kita nggak bakal denger Cinta berseloteh ria ya, karena kebetulan tadi ada acara bazar, jadi pastinya tepar deh tuh anak. Aya juga sih sebenarnya, lelah hayati, tapi, berhubung nih pikiran udah minta buat disetor, jadi ya, udahlah, mengalah dulu.

Sudah lama juga Aya nggak ada ngasih wejangan gituh ya? Ngomong Apelah budak nih? Yah, itu semua dikarenakan, Aya sendiri juga ilmunya masih cetek banget alias masih fakir ilmu sangat ini, makanya nggak ada nulis hal manfaat gitu, sadar juga dia! Jadi, kali ini izinkan Aya untuk memperkenalkan salah satu buku bunda Asma Nadia yaitu Salon Kepribadian. Jangan Jadi Muslimah Nyebelin

Kenape pula' milih buku tuh? Mungkin ada yang bertanya kenapa? Sebenarnya sih, karena buku ini tuh amat penting dimiliki seorang muslimah sebagaimana dipaparkan di cover belakang buku berikut ini :

"Salon kepribadian buat muslimah, memangnya perlu?
Bukannya muslimah apalagi jika sudah berkerudung, identik dengan pribadi anggun yang menebar sejuk pada sekitar?
Hmm, meski seharusnya hanya menjadi sumber kebaikan, lihat kiri kanan deh, atau tatap bayangan di cermin. Jangan-jangan muslimah nyebelin yang butuh direhab itu kita sendiri?
Mulai dari menjadi sumber aroma tidak sedap karena bau badan, selalu ngeluh sampai teman yang dengar lama-lama pingin menjitaki ; atau kebiasaan asal komen, "Kok kamu gendutan sih? Iteman sih? Jerawatan sih?"
Bahkan saat menjalankan ibadah pun, ternyata muslimah bisa kena label nyebelin. Contohnya muslimah yang berdoa panjang atau sibuk make up di karpet mushola, sementara antrean penuh. Asal menaruh kaus kaki ketika sholat hingga jamaah di belakangnya kebauan, dan lain-lain.
Dengan segudang alasan itu, Salon Kepribadian hadir, untuk membantu mengoreksi kebiasaan sepele, namun ternyata membuat tidak nyaman sekitar. Semoga menjadi kado cinta bagi muslimah mana saja: keluarga, sahabat, juga (calon) istri."
Dalam buku best seller untuk muslimah ini, beberapa yang jadi bahasannya yaitu :

Yuk, Kita Nyalon
Melihat Dirimu Lebih Dekat
Muslimah Nyebelin?
I. Yang Remeh yang Mengganggu
1. Keringat
2. Bau Mulut
3. Rambut
4. Tangan
5. Aneka Rasa Bau-Bauan lain
II. Nggak Indah di Mata? Duh. Jangan, Deh!
1. Sekitar Wajah
2. Serba-serbi Penampilan
3. Ini Juga Perlu Diingat!
III. Muslimah Nyelekit?
1. Merusak Kegembiraan Teman
2. Mencela/Menghina
3. Bigos
4. Miss. Nggak Mau Kalah
5. Nggak Lihat Sikon
6. Miss/Mrs. Kok?
7. Miss. Question
8. Celetuk yang Bikin Malu
9. DON'T SAY IT!
IV. Your Attitude Gals
1. Jangan Asal Jaiz!
2. Jangan Ikut Campur
3. Jangan Lelet
4. Jangan Jorki
5. Jangan Nggak Pe Ka Es
6. Ekslusif
7. Si Ratu Ngeluh!
8. Clear Your Mind of Can't
9. Not Just A Barbie
10. Muslimah Kuper
11. Muslimah Tukang Dandan
12. Muslimah Big Boss!
13. Muslimah Penggoda
14. Mental Gratisan
15. Pemaksa Kehendak
16. Muslimah Kaku
17. Miss Judge
18. Yang Asli Nyebelin
V. Momen Ibadah yang Jadi Meresahkan
1. Wudhu
2. Sholat
3. Doa
4. Dzikir
5. Membaca Al-Qur'an
6. Menghadiri Pengajian atau Ceramah
7. Ibadah Umroh/Haji
VI. Bersih dalan Ibadah
VII. Tausiyah
VIII. Last But not Least

Wuah ... Panjang banget, males ah bacanya! Udah ... Nggak usah nyebelin deh, panjang darimana coba? Lagian ya, yang namanya ilmu itu nggak mudah, kudu sabar dan telaten. Tenang aja, kamu nggak bakalan bosan kok bacanya! Tau sendirilah, bunda Asma Nadia itu kalau nulis pasti bahasanya kamu banget deh pokoknya!

Memangnya kamu nggak penasaran? Coba perhatikan baik-baik, pokok bahasannya keren-keren kan? Sangat menohok banget kan?  Bahkan ada istilah-istilah yang kedengarannya baru gitu? Jadi buat kita mikir nggak sih? "Oh iya ya, aku gitu, berarti aku nyebelin dong ya?"  Nah, makanya sebagai muslimah kita wajib banget baca buku ini. Aya juga masih berjuang, buat nyodorin buku ini ke Cinta.

Dalam buku wajib bagi muslimah ini, setiap bahasannya itu di mulai dari cerita para sahabat terkait permasalahan muslimah pada umumnya, dan beberapa tanggapan mengenainya, jadi, bukan hanya sebuah teori. Namun, lebih kepada penjabaran dari solusi masalah yang seringkali kita jumpai. (Bahkan sebenarnya memang seperti buku cerita)

Tidak hanya itu, buku Salon Kepribadian ini juga menampilkan ilustrasi yang cukup menarik, dan quote yang tentu saja akan menambah catatan kita untuk menjadi pribadi lebih baik. Eits ... Hampir lupa, yang terpenting buku ini berisi tentang tips dan trik untuk kita agar tidak jadi muslimah nyebelin.

Untukmu para muslimah, saudariku, ukhti tercinta, kuy, baca buku ini supaya orang di sekitar benar-benar nyaman berinteraksi dengan kita, dan pastinya juga kita jadi lebih mencintai diri sendiri. Keep istiqomah ukhti, jangan jadi muslimah nyebelin ya!

Judul buku : Salon Kepribadian.
                      Jangan Jadi Muslimah  Nyebelin
Penulis        : Asma Nadia
Penerbit      : AsmaNadia Publishing House
Cetakan      :  kesepuluh, Januari 2015
Tebal          : xvi +Tebal   
ISBN          : 978-602-9055-15-3

#onedayonepost
#odopbatch5

Sabtu, 24 Februari 2018

Memuja-Nya

Malam,
Jiwa-jiwa tengah bersiap bersama hati,
Raga pun begitu gagah di hadapan cermin,
Berharap cinta masih setia di hati,
Bersama waktu yang kian tergantikan,
'Tuk kembali memuja Sang Pemilik Cinta yang Abadi.


Duri, Sabtu malam penuh cinta.
-nurhidayatunnisa-

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Jumat, 23 Februari 2018

Cemburu Juga Rindu

"I enjoy my own life" kau bilang,
Entah kau jujur memang,
Hanya kau tahu benar,
Dan tentu DIA yang Maha Benar.

Terlalu nikmat kau hidup sendiri,
Hingga lupa kau butuh sandaran hati.
Saat pertanyaan mulai melangit tinggi,
Barulah kau sadar hidup tak bisa sendiri.


Lalu, tiba kau datang, 
"Aku cemburu ... Juga rindu" curhatmu,
"Pada dia yang temu pandang" lanjutmu,
"Merajut kisah bersama Sang Maha Pengasih lagi Penyayang"

Duri, 23 Februari 2018
-nurhidayatunnisa-


#onedayonepost
"ODOPbatch5

Lukisan Kisah Kita

Menunggu, menunggu dan terus menunggu, itulah yang kini harus kami hadapi. Di ujung perkuliahan yang segera menghampiri akhirnya, memberikan kami banyak pencerahan, terutama betapa semakin tak menyenangkannya hal yang dinamakan “menunggu” itu.

Tiga tahun lebih kami telah mengikuti materi demi materi, namun hal itu baru bernilai adanya dengan satu Tugas Akhir yang harus kami selesaikan dan pertanggungjawabkan di ujian akhir nantinya.

“Gimana Na, udah?” Tanya Dinda padaku yang masih harus bersabar menunggu keputusan atas proposal TA. (Tugas Akhir) yang kubuat.

“Belum Nda, kata Pak Ali, masih belum ada jawaban dari Bu Fiqra! Yah, masih harus terus bersabar nih, Nda udah mulai konsul dengan PA?” Tanyaku balik pada sahabat yang telah lebih dahulu melalui proses panjang yang akhirnya hanya tinggal berkonsultasi dengan PA. (Pembimbing Akademis).

“Ya Say, sabar aja ya! Ah ya, Alhamdulillah, PA-ku dosen super sibuk, jadi beliau minta aku selesaikan semuanya dulu, dari awal hingga akhir, jadi penilaiannya nanti sekalian aja.” Sedikit senyum dan kembali terlihat kerutan lelah di kening Dinda. Semangat Sobat!

࿒࿒⋝
Hari demi hari, minggu demi minggu, kulewati tanpa bosan untuk selalu mondar-mandir ke kampus, proposalku belum juga terlihat wujudnya di meja Pak Ali, sementara teman-teman, alhamdulillah hanya tinggal menyelesaikan TA. mereka dengan bimbingan PA. masing-masing.

Aku tak dapat lagi hanya sekedar menunggu tanpa berbuat apapun, langkah kaki kuarahkan menuju  ruangan Bu Fiqra yang terletak di lantai 2, yang ternyata beliau sedang rapat di ruangan Dekan, jadilah aku kembali menunggu sambil terus membaca Al-Qur'an di Mushalla, yang bangunannya berada di lantai 3 Fakultas.

“Apa sih yang dirapatkan? Dari pagi sampai udah sore gini, belum juga kelar rapatnya?” terdengar gerutuan dari kak Lita yang ingin menemui salah satu dosen yang hari ini ikut rapat dengan Dekan, aku juga heran sih, seharian di Mushalla dan sesekali turun menuju lantai 2 terlihat olehku betapa penuhnya ruangan Dekan yang entah apa yang dibicarakan para petinggi Fakultas tersebut.

“Selamat Sore Ibu!” Salamku memasuki ruangan Bu Fiqra, setelah beliau selesai dengan rapatnya.

“Sore, silahkan duduk!” Sambut Bu Fiqra.

“Saya ingin menanyakan tentang proposal saya Bu, sudah ada sebulan lebih menunggu, tapi kata Pak Ali, proposalnya masih sama Ibu.” Cukup terkejut juga Bu Fiqra mendengar ocehanku.

“Benarkah itu Nak? Kalau begitu coba cari dalam brankas Ibu!”

Benar saja, ternyata proposalku yang telah lengkap dengan tanda tangan PA. yang akan menjadi pembimbingku terletak di posisi paling bawah.

“Alhamdulillah, ketemu! Terimakasih Bu!” Syukurku akhirnya, buah dari kesabaran menunggu. Alhamdulillah.

“Syukurlah, maaf ya Ibu teledor, sampai kamu harus menunggu lama, silahkan proposalnya dibawa dan temui Pak Ali terlebih dahulu.”

Puji syukur padamu ya Rabb, akhirnya tiba juga saatku untuk melewati hari seperti yang dialami sahabat-sahabatku.

࿒࿒⋝
“Na, ayo buruan udah sore nih, ntar Pak Dewa pulang lagi!?” seruan Fiandra, yang setia menunggui diri menyelesaikan TA. yang ketiga kalinya harus kuperbaiki atas arahan Pak Dewa, PA-ku.

“Alhamdulillah selesai, Yuk Ra!” Bismillah, semoga ini yang terakhir. Aamiin.

“Selamat Sore Pak!” Salamku pada Pak Dewa saat kami bertemu di depan ruangannya.

“Sore Ana, ayo masuk!” Sambut Pak Dewa, sambil terus melangkahkan kaki memasuki ruangan menuju meja beliau.

Telah banyak masa terlewati, hingga pada saatnya senyum Pak Dewa menyadarkanku dari lamunan panjang atas segala pemikiran yang hadir dibenak.

“Baiklah, selamat mengikuti ujian terakhir Ana, semoga sukses!”

Setelah beberapa kali mengucap syukur dan berterima kasih pada Pak Dewa, aku keluar dan langsung memeluk Fiandra yang akhirnya tertawa puas dengan celotehannya yang membuatku ikut tertawa bahagia.

“Alhamdulillah, akhirnya kelar juga urusanmu Na! Tau nggak? Ra diluar nih tegang nungguinnya, kayak nungguin orang mau lahiran aja rasanya.” Hahaha … Fiandra bisa aja ya! Ya Allah telah berapa lama ya, tawa ini meredup dan akhirnya kini kembali lagi!


Selama kehidupan dunia masih harus engkau jalani, maka permasalahannya pun akan selalu menjadi gambaran untuk engkau lukiskan seindah mungkin di akhirnya. Seperti saat ini, selesai dengan perjuangan panjang atas penyelesaian TA, kami masih harus mengikuti ujian terakhir untuk gelar kemahasiswaan yang akan segera luntur, berganti gelar yang menempel di nama kami.

Tentu semua yang kami lakukan bukanlah hanya semata untuk gelar, tapi lebih kepada pengabdian dalam kehidupan, dan menuju kehidupan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, kehidupan sebagai mahasiswa harus dengan ikhlas kami lepaskan, setidaknya untuk masa ini. Bertahun-tahun bersama dalam permasalahan kemahasiswaan, kini kami kembali dipersatukan didampingi keluarga tercinta,  untuk menjalani hari penobatan atas kelulusan.

࿒࿒࿒
Siapa sangka kebahagiaan saat disahkannya TA. oleh PA, dinyatakan lulus di ujian terakhir, dan melalui hari penobatan yang sangat mengharukan, merupakan awal kembalinya permasalahan yang harus kami jalani.

Panjangnya proses menuju pengesahan TA. yang menguras kesabaran, ketegangan saat mengikuti ujian terakhir, masih harus kami rasakan indahnya saat menyadari, bahwa kami masih harus terus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.

"Dinda harus terus berjuang, Ana yakin kok, suatu saat Dinda pasti akan menemukan jalan yang terbaik untuk Dinda, keep Fighting Cin! Pesan balasanku atas keluhan Dinda yang menyatakan kebosanan karena hingga sudah menuju hampir setahun setelah gelar tertancap pada nama kami, gadis manis ini belum juga dianugerahkan pekerjaan untuk dijalaninya.

“Ternyata semua yang kita impikan dulunya nggak semudah kenyataannya ya Say?" Fiandra, gadis yang dulunya paling cantik di fakultas, kini mengabdikan diri menjadi guru di salah satu kota di Indonesia, ikut mengirimiku pesan di hari penuh kenangan itu.

“Iya Ra, yang penting sekarang kita jalani aja kehidupan yang udah dianugerahkan ini dengan sebaik mungkin. Keep spirit and smile Cin!” Tak bosan-bosannya aku memberikan balasan yang memotivasi teman-temanku yang sedang “andilautak keruan itu.

“Assalamu’alaikum, apa kabar Buk?” Kembali gawaiku bergetar memperlihatkan pesan, kali ini dari Reno, yang memilih menjadi pengusaha counter pulsa di kotanya. 

“Wa’alaikumsalam, Alhamdulillah Pak, moga usahamu lancar dan sukses selalu ya!” Dulunya saat kami kuliah, aku dan Reno menjadi rekan bisnis di kampus.

“Buk, ada saran nggak, aku lagi andilau stadium tingkat akhir nih? Udah ujung usia sejak kita lulus, masih bingung juga nentuin kerjaan?” Pesan Akbar masuk setelah baru kubalas pesannya Reno.

“Bro, saran Na gak jauh-jauh kok, kita semua tahu kalau kamu itu paling ahli soal kerajinan tangan yang oke punya, coba aja usaha hand made di rumah, moga aja sukses, try and do it Bro!”

Pada akhirnya, hari penuh getaran itu tiba pada akhir pesan yang sama dikirim padaku oleh para sahabat tercinta, “Na sibuk apa sekarang?” berhubung isi yang di kirim sama, maka balasannya pun sama.

“Ana ... Lagi sibuk melukis kisah kita!”

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Rabu, 21 Februari 2018

Mengingatmu

Masih jelas dalam ingatan,
Betapa perhatianmu alihkan tujuan.
Kau yang begitu indah dalam segala hal,
Buat keraguan hilang terpenggal.

Diri yang naif, hapuskan kepalsuan,
Dapati hati dalam kedamaian,
Karena hadirmu pupuskan kepedihan,
Berbagi asa yang kian manja terwujudkan.


Namun, hilanglah sudah kebahagiaan,
Hati menangis tak terelakkan,
Meratapi sendu kehilangan,
Tatkala dirimu pergi ke haribaan.

Duri, 21 Februari 2018
-nurhidayatunnisa-


#onedayonepost
#ODOPbatch5

Selasa, 20 Februari 2018

Akhirnya Di Sinilah Saya, ODOP!



Komunitas ODOP (one day one post) ialah komunitas menulis yang dulunya sempat saya lirik, namun karena sifat pelupa yang begitu lekat, laman fb yang jarang dibuka, dan hobi yang hanya menjadi sekedar hobi, jadilah harapan untuk bergabung, pupus!

Saat keinginan menulis tiba-tiba hinggap, lalu diperlihatkan kembali pada berbagai komunitas menulis hingga berjumpa dengan Bang Syaiha sang pelopor ODOP lewat media sosial bernama facebook, meng-invite BBM-nya dan akhirnya memberanikan diri menyapa.

Namun, yang namanya pelupa tetaplah akan lupa, pemalas akan selalu malas, bila tak punya tekad yang kuat untuk berubah. Kembali diri lupa dengan motivasi menulis bahkan karya yang sempat mejeng di media cetak hanya sekedar kamuflase yang tak bermakna.

Tahun 2017, merupakan tahun yang benar-benar menjadi tahun yang kelam, karena tak ada satupun karya yang terlintas, hingga memasuki 2018, kembali motivasi untuk menulis itu tertanam, impian menjadi penulis memuncak hendak disegerakan dan akhirnya diperlihatkan pada pengumuman pendaftaran anggota ODOP yang terpampang di laman instagram.

Mendaftar di hari yang hampir mendekati akhir, menulis karya dadakan untuk syarat masuk, hingga akhirnya di-invite ke dalam sebuah grup whatsapp yang ternyata ialah grup besar ODOP BATCH 5, yang dikemudian harinya barulah saya tahu bahwa anggota yang lolos bergabung telah diumumkan lewat fb dan instagram.

Petualangan indah akhirnya di mulai, memang bukan hal pertama bergabung dalam komunitas menulis, hanya saja, karena telah lama mengosongkan gelas dari dunia literasi, bergabung di-ODOP menjadi hadiah terindah bagi mimpi yang seolah kian nyata menghampiri.

Setelah bergabung, barulah diketahui tak hanya sekedar konsistensi menulis setiap hari (yang terkadang masih suka molor), namun juga, setiap pekan diberikan sebuah tantangan yang wajib kita ikuti dan dilaporkan dalam grup Share Link ODOP 5, tak hanya itu, di-ODOP kita juga mendapatkan materi kepenulisan setiap Senin dan Jum'at (di grup besar ODOP BATCH 5) demi memperkaya ilmu literasi.

Untuk tahu apakah tulisan kita sudah sesuai kaidah kepenulisan, dihadirkanlah kelas bedah tulisan setiap Selasa hingga Kamis dalam grup kecil setiap kelompok planet yang telah dibagi (dalam hal ini, saya tergabung di Planet Mars tercinta), di kelas ini kita diwajibkan memberi kritik dan saran untuk setiap tulisan yang siap 'tuk dibedah.

Selain menulis dan mengikuti kelas, kita juga diwajibkan blogwalking setiap Senin hingga Sabtu, yang membuat saya selalu termotivasi dan mendapatkan banyak ilmu setelah membaca karya teman-teman ODOP yang layak diapresiasi.

Konsistensi menulis setiap hari, itulah salah satu yang menjadi alasan kenapa saya ikut ODOP, agar diri di'paksa' untuk menulis every day, hingga akhirnya terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan, yang bila tak menulis, diri justru akan mengalami kekosongan, seolah kehilangan sesuatu yang berharga dalam kehidupan.

Dan kini, sudah lewat sebulan ODOP BATCH 5 terjalani, telah begitu banyak anggota yang terpaksa tereliminasi (hingga kini, masih terasa kehilangan itu), karena setoran tulisan mereka yang tak terpenuhi. Hanya dapat berharap semoga tak ada lagi yang harus keluar hingga kita dapat melangkah bersama membumikan dunia literasi. (Yah, semoga)

Mengakhiri tulisan saya tentang ODOP ini, bolehlah ya, saya share beberapa motivasi dari para jawara ODOP buat penyemangat kita semua dalam menulis, (maaf nggak semuanya ya, hanya beberapa, kepanjangan kalo semua, peace!)

"Jangan pernah memikirkan apa yang akan kamu tulis, tapi tulis saja apa yang kamu pikirkan!" Bang Syaiha

"Nulis itu melemaskan tangan dan otak kita. Dari nulis yang receh, otak bakal lompat-lompat sendiri, tiba-tiba nemu ide, menjawab, mensistematisasi, dan lain-lain. Otak kita tuh keren banget!" Mbak Hiday Nur

"Dunia menulis ini nyata. Tulislah apa yang kau alami, kau rasakan, dan kau nikmati!" Mbak Alif Kiki

Dan akhirnya semoga kita dapat menulis seperti perkataan Uncle Ik berikut, "Saat kita duduk di depan komputer dan mulai menuliskan cerita kita semudah kita mengoleskan mentega ke atas roti!"


#ArtikelODOP
#Tantanganke-5
#onedayonepost
#ODOPbatch5

FYI : Untuk kamu yang ingin tau mengenai ODOP dan Jawaranya, tinggal klik aja segala yang berwarna merah di atas sana ;)

Enjoy Your Life

Sakit dan kematian dua hal wajib yang mau tak mau harus dilalui makhluk hidup bernama manusia. Sekalipun terlihat sehat, tetap saja akan mengalami sakit walau sesaat, dan bila sakit telah menyerang, entah bagaimana jadi kepikiran tentang kematian yang tak bisa dihalang.

Kematian itu pasti dan sakit hanya salah satu penyebab datangnya, karena tak jarang bahkan yang sehat juga tiba-tiba mengalaminya. Ada yang sakit bertahun-tahun lamanya, namun terkadang justru yang sehat menemui akhirnya, karena memang tiada yang tahu, kapan kematian kan hampiri hidupnya.

Sakit, seolah sudah seperti konsumsi pribadi yang tak bisa dielak, sekuat apapun menjalani program kesehatan, tak mampu juga mengalahkan bila telah tiba masanya menyerang kelak. Lalu, apa yang bisa dilakukan?


Yah, hanya menjalani saja apa yang ada, terus tanamkan pikiran positif dalam diri. Bila sakit menyerang, itu artinya DIA memberi kado untuk penghapusan dosa yang menumpuk hingga melewati langit dunia di atas sana. Bukankah begitu adanya? Bila sakit dijalani dengan kesabaran dan penuh ikhtiar, semoga syurga menjadi obatnya kelak.

Seperti disinggung sebelumnya, sakit ataupun sehat, bila akhir usia dunia datang, maka 'kan menghampiri juga. Tak peduli dirimu sedang apa dan di mana, tak peduli sudah taubat atau masih maksiat, dan sekali lagi, sehat ataupun sakit, bila DIA berkehendak memanggilmu, maka kembalilah kamu pada-Nya. 

Sebelum penyesalan tak berujung menyerang, persiapkan hidup hanya untuk-Nya, jalani dunia sesuai titah-Nya, hingga diri bersua indah bersama-Nya.

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Minggu, 18 Februari 2018

Kejenuhan Hati

Kita bertemu,
Berharap hal indah kan teramu.

Masa berlalu kian terlampaui,
Keakraban makin menggilai,
Hingga hati bersemu indah duniawi.


Namun, apalah daya,
Masa terlewati hingga jemu,
Kejenuhan mulai  meraja,
Hati pun bosan menyeru.

Duri, 18 Februari 2018
-nurhidayatunnisa-

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Hampa

Halo all ... Ada yang kangen sama Aya? Apa? Kangen sama Cinta? Wuah ... Aya kalah sama Cinta ternyata, kenapa sih malah pada kangen dengan gadis labil itu? What? Yang bener aja, keren darimana? Oh, tunggu! Itu? Itu Cinta...

"Hi, Cin, ngelamun aja?"

"Oh, hai Ay, nggak kenapa-kenapa kok!"

Waduh, kenapa nih? Tak suruh curhat aja kali ya?

"Mau cerita? Maybe?"

"Hah? Oh, gak tahu mau cerita apa! Lagi bad mood nih! Hehehe ... sorry!"

Hmmm ... kayaknya berat iki!

"Hahaha ... Kenapa Ay? Itu muka nggak enak banget diliatinnya!"

"Hah? Yang ada wajah kamu tuh, udah kayak mayat hidup aja, nggak ada semangat-semangatnya, udah, cerita aja ada apaan sih Cinta?

"Hmmm ... Ya udah deh, jangan nyesel ya?"

Nyesel kenapa?


"Sebenarnya sih, tadi itu diajakin ke acara nikah, yah biasalah, bunda mau promisiin anaknya yang jomblo ini!"

Hahaha ... Apaan sih, nik anak! Promosi!

"Tapi, nggak tau kenapa, cinta bener-bener bad mood berat, jadilah gak ikut, nggak enak juga sih ngecewain bunda, tapi yah mau gimana? Lagi bete banget soalnya!"

Hmmm ... Bukannya justru karena males dipromosiin. Ups!

"Sejatinya Cinta sendiri juga, nggak tau kenapa bisa gini? Hampa aja gitu, kayak ada yang dirindu tapi nggak tau apa? Kadang juga, perih nih hati nggak tau kenapa? Lagian bingung juga sih, kenapa perih ya? Perasaan nggak ada yang nyakitin deh, boro-boro ada yang nyakitin, yang ngedeketin aja kagak ada?"

Waduh ... Ini anak miris banget sih, ups! Kali aja karena Lu jauh dari-Nya Cinta? Jadi rindu plus perih gitu? Kayak Lu nggak aja Ay? Eh!

"Ya udahlah, Cinta balik dulu ya? Perlu rehat nih! Bye!"

Wuah ... Tumbenan nih anak pamit, biasanya juga nyelonong aja?

Eh, tapi gara-gara Cinta, Aya jadi ikutan bingung ini, tadi mau nulis apa ya? Ya udahlah, sorry guys, hampa jadinya ini, end!

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Jumat, 16 Februari 2018

Entahlah!

Lama sudah jiwa membeku dalam semu,
Raga berlarian menyiakan masa yang berlalu,
Bathin seolah menjamu dalam sendu,
Hingga hati terbungkam rindu.



Entah apa lagi yang akan dilalui, 
Seolah tiada erti terlampaui,
Melambai lenggang menyemai sepi,
Seakan hidup hanyalah permainan abadi.

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Kamis, 15 Februari 2018

Senyuman Indah Bunda

Bulan dan bintang yang menerangi kegelapan kembali keperaduannya, mengalihkan tugas pencahayaan bumi kepada matahari. Matahari yang telah cukup waktunya untuk beristiharat, kembali kerutinitasnya seperti biasa. Ayam jantan berkokok dengan semangatnya, menyerukan kemenangan kepada manusia yang masih terlelap di atas kasurnya yang empuk berselimut tebal menghangatkan dirinya di pagi yang beku.
         
Bunda yang telah anggun dengan sigapnya menyerbu kamar anak gadisnya yang masih tertutup rapat dan hening, pintu dibuka dan terlihatlah 3 gadis remaja yang masih asyik dengan mimpinya. Gorden garis-garis hijau dan pink yang masih bertengger menutupi suasana di luar yang telah terang, perlahan ditarik membuka, dan cahaya serta udara dingin beriringan masuk ke dalam kamar yang juga bercat hijau, dan awan-awan putih serta langit biru  yang tergambar di dinding.

Walau begitu, masih belum ada yang rela untuk membuka mata dan menyapa bundanya dengan ceria, dengan senyum yang menambah daya tarik setiap mata, bunda mulai bersenandung ria menyanyikan lagu daerahnya yang merdu, namun tetap tak pernah disukai anak-anaknya. Hingga mata yang masih bersikukuh menutup itu, terbuka dan bertenggerlah senyum indah dari ketiga putrinya kompak.

Tanpa dikomando, ketiganya berlarian menuju kamar mandi, si kakak yang lebih dahulu bangkit dari kasurnya memimpin berada di kamar mandi yang ada di kamar mereka, putri yang kedua langsung melesatkan kaki menuju kamar mandi yang ada di kamar bunda yang tak jauh dari keberadaan mereka, dan si bungsu yang selalu tak pernah bisa mengalahkan kakak-kakaknya, terpaksa dengan rela ke kamar mandi dapur yang lumayan jauh dari kamar mereka.

Tinggallah bunda dengan rutinitasnya seperti biasa, merapikan kasur yang berantakan serta menyediakan pakaian yang harus digunakan putri-putrinya yang begitu dicintainya walau sering membuatnya lelah. Setelah terlebih dahulu menyiapkan sarapan untuk para putrinya di pagi yang tak pernah berubah itu.

Tia yang cantik dengan seragam SMA-nya, kembali mendahului adik-adiknya duduk bergabung dengan bunda yang setia menunggu. Rara dengan balutan seragam SMP semakin terlihat manis, walau aura tomboi masih saja tak bisa lepas dari dirinya menyusul, dan akhirnya Uti, si bungsu yang kalem menghampiri bunda dengan rambut yang masih tergerai, seperti biasa sebelum sarapan bunda tak bosan-bosannya mengikat lalu memasangkan jilbab Uti dengan lembutnya.

Sumber Gambar : dakwatuna.com

Semua kemanjaan diri lenyap, tatkala ketiga bersaudara itu berada di sekolahnya yang berdekatan. Tia, harus dengan rela bergabung dengan teman-teman yang membuatnya jenuh, tingkah laku mereka yang kekanak-kanakan dan suka mencari perhatian, terkadang membuatnya ingin teriak. Apalagi anak-anak cowok di kelasnya yang tak hentinya mencari perhatian para cewek di kelas, ditambah anak-anak cewek yang kecentilan. Padahal mereka berada di kelas unggulan sekolahnya.

Rara terlebih lagi, Ia harus dengan rela sabar menghadapi teman-temannya yang selalu bergantung padanya, walau terkesan tomboi, tapi Rara tak bisa acuh pada setiap wajah yang memelas padanya. Dan pada akhirnya, Ia hanya akan dengan pasrah membiarkan teman-temannya menempel dan mencontoh apa yang menjadi jawabannya atas tugas yang diberikan guru mereka.

Uti yang begitu lugu, harus selalu rela air matanya mengalir karena ulah teman-temannya di kelas yang begitu usil mengganggu dan menyakiti hatinya. Penampilan Uti yang selalu terkesan rapi dan beda dari teman-temannya yang lain, selalu jadi bahan cemoohan teman sekelasnya.

Dan malam itupun tiba, malam di mana segala yang mengganjal di hati tercurahkan dengan lancarnya, seiring dengan derasnya air mata yang mengalir ke wajah tiga bersaudara di kamar yang sengaja di gelapkan itu. Hanya mereka, awan dan langit yang terpancar dari dinding kamar, gorden kesayangan, serta kegelapan malam di kamar yang tahu rahasia kehidupan yang tercurah dari kisah yang mengalir saat itu.

Uti, mengawali kisah sedihnya yang setiap hari harus dialaminya tanpa sempat memperlihatkan senyumnya di kelas. Begitupun Rara dengan jiwa tomboinya yang khas, mencurahkan segala kejengkelan hatinya setiap kali berada di kelas. Dan kisah Tia mengakhiri kepiluan hati yang tercurah malam itu, betapa Ia ingin segera mengakhiri semua kehidupan yang menjemukan di kelasnya.

Senyum kepedihan bertengger di bibir kemerahan putri bunda terkasih, hingga sebuah kalimat terlontar dari sang kakak tertua mengakhiri kisah kelam di kegelapan malam saat itu, “Semua demi kebahagiaan bunda. Demi, karena, dan untuk bunda, biarlah kepedihan hati ini terangkai. Namun, senyum indah dapat tetap kita nikmati di wajah sejuk bunda. Hingga kita kan berada di waktu yang indah, tersenyum bersama bunda dan juga ayah tercinta yang telah mendahului kita!”

#onedayonepost
#ODOPbatch5

Rabu, 14 Februari 2018

Mawar Yang Penasaran

“Hai Berry, sepertinya kamu begitu bahagia, apa karena juraganmu itu tidak lagi tidur sepulang bekerja?” tanya Mawar dari balik kaca kamar.

Mendengarnya Berry jadi tertawa “Juragan? Siapa? Gadis manis kita itu? Hahaha … Mawar, Mawar, kenapa? Kau merindukannya ya?”

Seeand yang mendengar ucapan Berry jadi ikut mengompori “Wah … Mawar akhirnya kamu jatuh cinta ya?”

“Hush … Kamu itu Seeand, kalau bicara itu pikirkan dulu kenapa? Siapa juga yang jatuh cinta?” jawab Mawar yang entah kenapa makin memerah.

“Yang diucapkan Seeand ada benarnya juga, buktinya kamu memikirkan gadis itu Mawar!  Makanya, kalau membenci sesuatu itu jangan berlebihan, begitupun bila mencintai, karena justru akan terjadi kebalikannya. Seperti kamu ini, karena terlalu membenci pemilik kamar ini, kamu malah jadi jatuh cinta padanya!” petuah Kaffah akhirnya untuk Mawar kembali diperdengarkan.

“Aduh, Kaffah, siapa juga yang jatuh cinta, dan perlu diingat, aku tidak membencinya, bukankah sudah kubilang berkali-kali tentang hal itu? Lagipula, aku tidak ingin kecewa. Kalau aku jatuh cinta padanya, yang ada aku akan selalu merasakan patah hati yang tak terbendung. Sudahlah, jadi Berry, maukah kamu berbagi kebahagiaan?” kembali pembelaan diri harus diutarakan Mawar.

Kasihan melihat Mawar yang begitu penasaran, jadilah Berry akhirnya mengungkapkan kisah yang membuatnya tak henti tersenyum sepanjang hari, “Baiklah, sebenarnya tadi itu di tempat kerjanya, Ana harus menghadiri rapat bagian, nah, di sana ada kejadian lucu sebelum rapat.”


“Wah, Kak Ima bawa donat, pas banget Ana lagi lapar!” 

“Mau?” 

“Mau Ma, makasih ya!” 

“Yah, Ibu, Kok dimakan? Ana nggak dapat deh!” 

“Hahaha… Maaf Na, Ibu juga lapar!”

“Aduh, Pak Wo mana nih? Kok belum dibuka juga ruang rapatnya?”

“Sabar Fi, bentar lagi juga datang. Nah, tuh, datang kan? Panjang umur Pak Wo!”

“Manga? Lamo manunggu? Salah sia? Indak ado yang ma agiah tau den ko nan rapat bagian ko!”

“Waduh, satu bagian kena marah sama Pak Wo! Hahaha… Woi sia tuh nan tangung jawab?”

"Berkat kemarahan Pak Wo yang merupakan salah satu CS disana, rasa lapar yang menggerogoti seluruh karyawan yang ikut rapat itu hilang sejenak." cerita Berry mengakhiri kisahnya.

Masih dengan tawa renyahnya, Mawar menimpali “Wah, Pak Wo itu CS? Keren ya, bisa juga marah sama karyawan?”

“Tentu saja, tidak peduli orang itu atasan kita atau bukan, kalau salah ya, wajib ditegur kan?” Kaffah kembali mengingatkan.

“Hehehe … Iya, Kaffah. Lalu, Berry apa yang terjadi saat rapat?” ternyata Mawar masih saja penasaran, wajar sih, karena kondisinya yang hanya bermuram durja di pekarangan rumah, membuatnya selalu ingin tahu kejadian di luar sana.

Demi menjawab rasa penasaran Mawar, Berry kembali berkisah, “Tidak ada hal yang menarik, hanya membicarakan mengenai pekerjaan, tapi, di akhir rapat sempat heboh sejenak.”

“Jadi, bisa ya kita pulang jam 14.30?”

“Jam 14.15 Pak, jemput anak!”

“Hahaha… Kak Ima, kenapa gak jam 14.10 aja!”

“Oh benar juga Fi! Jam 14.10 Pak!”

Mendengar akhir kisah itu, tak hanya Mawar yang tertawa, Seeand, Kaffah bahkan Tiger yang selalu hanya menjadi silent reader memenuhi kamar dengan suara tawa mereka yang riuh.

“Loh! Kok Ana ke kamar? Ah ya, ada yang mau diambil! Eh, tapi … Apa ya? Aish, dasar pelupa!” Ana yang baru saja masuk kamar kembali keluar karena tak mengingat tujuan awalnya.

Jadilah, kembali tawa membahana di dalam dan luar kamar Ana. “Dasar pelupa!”

#INICERITAKOMEDIKU
#Tantanganke-4
#onedayonepost
#odopbatch5

Selasa, 13 Februari 2018

Berpisah? Laa Tahzan!

Perih memang saat ada yang berkata "good bye". Namun, hidup memang seperti itu bukan? Ada yang datang, ada yang pergi, yang kekal hanyalah akhirat. Memilih berpisah saat ini, bukan berarti hubungan benar-benar berakhir, karena bisa saja suatu saat kan berjumpa, bila tak di dunia, InsyaAllah saat bersama-Nya.

Ada pertemuan juga ada perpisahan, ada ucapan "salam kenal" namun, kan kita dapati juga kata perpisahan "selamat tinggal". Jika sudah demikian, apa yang mesti dilakukan? Hanya pengharapan dapat kembali bersua di lain masa, hingga berkumpul bersama-Nya dan tak lagi terpisahkan.


Pertemuan kan selalu terekam indah dalam kenangan, perpisahan bukan berarti akhir kehidupan, bertemu dan berpisah, takkan merobek hubungan indah yang terjalin karena satu tujuan. Harap DIA meridhoi, dan dipertemukan kembali di masa lain kehidupan.

Huah ... Kenapa tiba-tiba jadi melow gini, kalau begini, gimana bisa dapat ide buat nulis komedi? Anehnya lagi saat memikirkan cerita humor, kenapa yang kepikir malah yang horor sih? Ada yang salah sama isi kepala ini! Eotteokhe?

Yah, sudahlah. Back to topic! Intinya, don't be sad! Laa tahzan! karena setiap pertemuan selalu akan ada perpisahan. Perpisahan ialah awal kehidupan yang sebenarnya! 'Udah tau, kan tadi udah disebutin!' 'Oh okay! Ya sudah, mohon doanya ya semoga entar bisa buat cerita humor, yang entah kapanlah ide itu 'kan menyerang!'

#onedayonepost
#odopbatch5

Senin, 12 Februari 2018

Siang Ini

Siang,
Kembali ku membeku dengan tangan yang tak henti mengaung,
Melebihi ngaungan hewan pemangsa daging yang kapanpun kan menyerang,
Namun, tidak dengan mata yang lihai menggiring,
Menyaksikan dunia yang mendung.

Siang yang bagaikan suasana di pagi hari,
Kabut menyelimuti bagai embun yang mengiringi,
Dan dingin yang memangsa bagai sejuknya malam nanti.

Tangan masih tak henti bersaing dengan kilatan hewan pemangsa daging,
Mata masih tak rela mengalah dengan dunia yang mendung,
Dan kabut pun masih tak asing dengan kibasan yang menjulang.

Sumber Gambar : lampirankata.com


#onedayonepost
#odopbatch5

Nasib Jalanan!


Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.

“Bijaaak …! Keren tuh kata-kata!”

“Eh, Cinta! Bukan buah pikiran Aya, ini tuh ungkapan penyemangat dari Buya Hamka!”

“Oh, gitu! Oh iya, Cinta punya cerita nih, mau denger nggak?

Waduh, cerita apa ya? Jangan-jangan ntar bikin baper lagi, atau malah pusing?

“Tenang aja, Cinta nggak lagi mau ngomongin hal yang tengah viral sekarang kok, seperti halnya : Ketua BEM UI yang begitu fenomenal, atau PNS muslim yang gajinya bakal dipotong buat bayar zakat, apalagi orang yang mengaku gila membunuh seorang Ustaz! Nggak, nggak bahas itu kok”

Lah, itu apa coba? Disebutin juga!

“Sengaja, kali aja kamu nggak tahu, kan hampir setiap saat, kamu cuma sibuk dengan lappy tuh!”

Aish, ni cewek kok bisa tahu apa yang Aya pikirin? Sejak kapan?

“Sejak Cinta jadi informan buat tulisan kamu Aya! Udah deh, capek tahu baca pikiran kamu terus, mau dengerin cerita Cinta nggak?”

“Hah. Okay. Silahkan! Please!”

Speechless gua!

“Jadi, gini, kemarin tuh, temen SD ngundang acara qiqah anaknya, jadilah, sebagai teman yang baik, kita berbondong-bondong dateng. Nah, biasalah kan, di jalanan itu pasti ada aja problem yang buat gemes, kesel, sampe terharu gituh! Di hari itu, kebetulan jalanan lagi padat banget alias macet, dikarenakan kendaraan yang mau ke SPBU antriannya panjang memenuhi sisi sebelah kanan jalan raya. Nah, akibatnya, kendaraan yang punya kepentingan lain kena imbasnya, termasuk kita.

“Demi menghindari macet, kita mencoba untuk masuk ke jalur kiri, tapi, emang dasar manusia, dikiranya dia aja yang punya kesibukan, jadilah kita kejebak di tengah, kesel juga gak bisa masuk-masuk. Akhirnya si temen yang ngendarain mobil cerita deh, dia juga pernah mengalami hal ini, saking keselnya dia berhentiin dah tuh mobil di tengah-tengah jalan, gak peduli deh diklakson ribuan kendaraan! Pernah juga, pas melewati lampu lalu lintas, ada kendaraan selonong boy melaju padahal lagi lampu merah, 'tak klakson sampai dia mundur lagi!'

“Singkat cerita, sampailah juga kita. Nah, pas parkir nih, kita diarahin ke ladang  berumput dan penuh sampah, lah! Akhirnya temen sebelah kanan Cinta nyahut 'Buang aja Bang!' Sebelah kiri ikutan nyahut 'Siap nampung Bang!' Hahaha … Riuhlah dalam mobil, eh, ternyata setelah di parkir, ekor mobil nongol di tepi jalan, jadilah kita diminta parkir lurus aja, 'Dari tadi kali!' kompak nyahut semua!

“Kelar dengan parkiran mobil yang bikin riuh, ada lagi satu pemuda yang bantuin parkir yang anehnya lebih ajaib lagi,  suaranya itu loh Ay, kenceng banget! Demi pemandangan indah itu, kita rela panas-panasan. 'KIRI! KIRI! KANAN! KANAN! MUNDUR! MUNDUR! KUAT! KUAT!' Apaan coba, kuat-kuat? Mana tuh tangan kayak mau narik mobil kemana aja. Akhirnya kompak deh nyeletuk, 'TARIK MANG!' Hahaha…”

Ampun, nih anak! Akhirnya, bisa juga nyeritain hal yang nggak buat puyeng. Sering-sering ya Cin, Hahaha… Okaylah, moga esok lebih baik dari hari ini!

#onedayonepost
#odopbatch5 

Sabtu, 10 Februari 2018

Emak-Emak Jago Jualan (Book Review)


Judul buku  : Emak-Emak Jago Jualan
Penulis         : Muri Handayani
Penerbit      : Billionare Sinergi Korpora
Cetakan       : Keempat, Januari 2018
Tebal            : 344 Halaman
ISBN             : 978-60274777-2-8

"Kenapa Buku ini PENTING untuk Anda Baca?
Dalam buku ini, Anda akan banyak belajar tentang :
1.Cara Emak-Emak memilih bisnis yang terbukti laris.
2.Tips dan trik praktis manajemen uang bisnis.
3.Teknik service excellent yang bikin pelanggan puas.
4.Bagaimana manajemen waktu ala Emak-Emak jago jualan yang optimal.
5.Optimasi Facebook dan Instagram marketing ala Emak-Emak.
6.Strategi jitu meningkatkan penjualan agar banyak orderan.
7.Jurus 9T mengalahkan competitor.
8.7 hal yang membuat Emak-Emak gagal jago jualan.
9.Mengenal berbagai studi kasus dan solusi praktisnya bagi Emak-Emak yang gagal jago jualan."

Bicara mengenai Muri Handayani, Seorang Ibu Rumah Tangga dan juga merupakan Mentor Bisnis Online. Setelah 7 kali berganti bisnis, Ia akhirnya menjulang sukses dengan bisnis Pakaian Muslimah yang mengusung merek RAZHA, tercatat lebih dari 600 Mitra RAZHA yang tersebar di belasan Negara, 95% Mitra RAZHA menjalankan bisnisnya dari Rumah.

Berawal dari kenangan pahit masa kecil, dimana masa itu orang tua Muri Handayani (yang selanjutnya akan saya sebut penulis) teramat sibuk dengan pekerjaannya di luar, hampir tak ada waktu untuk anak-anak, hingga Ia dan 4 saudara lainnya merasakan “kekosongan”, kehilangan sosok orang tua.

Namun, demikian penulis tetaplah mengidolakan orang tuanya, dan bertekad untuk kehidupannya nanti akan menjadi orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya kelak.  Walau, Ia sempat gagal di awal karena harus kehilangan buah hati yang baru berusia dua setengah bulan.

Karena hal itulah penulis lebih memfokuskan diri untuk berbisnis online, meresignkan suami, juga para Ibu lainnya agar memiliki lebih banyak waktu untuk bos besar yang tidak lain ialah anak-anak di rumah. Terkhusus untuk anda yang belum menikah, hati-hati diburu penulis ya! Tenang saja, dalam buku ini, penulis memiliki segala kiat khusus agar anda tak tak menyesal telah resign dan mengikuti jejak suksesnya.

Buku  Emak-Emak Jago Jualan, memiliki beberapa bab yaitu :

Bab 1. Sebuah Pilihan
Bab 2. Emak-Emak Jago Jualan
Bab 3. Omset Melejit di Waktu sempit
Bab 4. Cara Memilih Bisnis yang Terbukti Laris
Bab 5. Strategi Jualan Laris Ala Emak-Emak
Bab 6. 4 Hal Penting Bikin Bisnis Tahan Banting
Bab 7. 7 Kesalahan yang Bikin Emak-Emak Gagal Jago Jualan
Bab 8. Bongkar Rahasia Emak-Emak Gagal Jago Jualan (Studi Kasus)

Sengaja saya tidak merinci setiap bab, jadi bila anda penasaran silahkan dibeli dan bacalah!

Saya jamin, anda tidak akan menyesal telah memiliki buku Nasional Best Seller ini (nah, berarti buku ini sangat recommended), karena penulis sangat apik berkisah, gaya penuturannya sangat bersahabat, sangat menyenangkan membacanya, tidak seperti tulisan saya ini! Tidak hanya itu, di dalam buku Emak-Emak Jago Jualan ini selain trik jitu berjualan online (membuat anda say goodbye pada gaptek).

Terdapat juga gambar-gambar yang menarik dan tentunya berbagai quote penyemangat yang akan menambah tekad anda untuk mulai atau bahkan mengembangkan bisnis. Sedikit bocoran, jika membeli buku ini anda juga akan mendapatkan bonus. Apa itu? Beli saja ya, supaya tidak mati penasaran! (Ini saya mereview apa jualannya ya? Ah, sudahlah!)

Saya sangat menikmati membacanya, bahkan saya sampai berandai jika saja gambar-gambar yang ditampilkan dalam buku full color seperti covernya, mungkin akan lebih mengasyikkan. Tapi, tentu hal itu akan menambah biaya produksi yang berakibat mahalnya harga buku. Jadi, abaikan saja!

So, sekali lagi, untuk anda yang sudah punya bisnis namun belum juga berkembang, terkhusus untuk anda yang punya niat memulai bisnis saya sarankan anda segera miliki buku ini, dan mulai aplikasikan dalam kehidupan berniaga anda, tidak hanya para Emak, yang single juga ayo merapatkan barisan dalam bisnis rumahan online, intip kesuksesan berbisnis lewat buku Nasional Best Seller Emak-Emak Jago Jualan

Oh iya, sebelum ditutup, sedikit cerita, buku ini sudah sangat lama saya nantikan, namun baru hadir seminggu yang lalu. Okay, itu saja ceritanya, terimakasih!

#ODOPBATCH5
#Review
#onedayonepost
#tantangan3

Celotehan Sang Mawar


"Heh ... Lihat itu, sepulang bekerja langsung tidur, seolah pekerjaan yang dilakukan sangatlah berat!" Terdengar suara Mawar dari luar kamar.

Mendengarnya tak pelak membuat Berry jadi tertawa "Mawar, mawar, apa begitu bencinya kau dengan gadis tomboi itu?"

"Aku bukannya benci, hanya tak habis pikir saja, apa sih yang sudah dilakukannya, hingga setiap kali masuk kamar selalu tidur?" Timpal Mawar membela diri.

"Oh benar juga, Berry kamu kan selalu bersamanya, jadi, pasti tau apa yang sudah dilakukan gadis pemalas itu? Tidak seperti Seeand yang hanya sesekali!"

"Hei, Mawar jaga ucapanmu, saya memang tidak sering bepergian bersamanya, tapi bukan berarti saya tidak tau apa yang dilakukannya?" Jengkel juga Seeand mendengar ucapan Mawar.

"Tapi, biarpun begitu, saya tak sepertimu, jangankan disentuh, dilirik saja tak pernah!" 

"Enak saja, jaga bicaramu itu Seeand, kamu itu ... "

Mendengar sepertinya akan terjadi keributan, Kaffah pun akhirnya memperdengarkan suara merdunya "Sudah-sudah, jangan bertengkar tidak baik!"

"Ah, Kaffah, kami tidak sedang bertengkar, hanya saja Seeand membuat kemarahanku ini makin melambung!"

"Itu karena kamulah yang lebih dulu memancing emosiku, aku kan dari tadi hanya diam!"

"Sudah! Hentikan! Nanti gadis kita itu terbangun!" kembali Kaffah bersuara dengan nada tegasnya.

"Maaf Kaffah! Tapi, aku benar-benar salut padamu, bagaimana bisa kau selalu berbaik hati pada si pemalas itu, padahal lihat saja, dia tak pernah bersikap layaknya seorang wanita, mana pernah sesekali dia memperhatikanku, juga Seeand, dia selalu hanya bepergian kalau tidak dengan Berry pasti Tiger.

"Dia juga bahkan hanya sesekali memperhatikamu, masih beruntung seminggu sekali dia bersamamu, tapi selepas itu? kembali dia hanya membiarkanmu bersama yang lainnya di kamar!"

"Mawar, tidak semua yang kau lihat itu benar, terkadang di malam hari dia bersamaku, melihat dan memperhatikanku, sesekali mengeluarkan air mata! Sebagaimana kita ketahui, begitulah iman, kadang surut, kadang naik, yang bisa dilakukan hanya menjalani dan selalu mengingat-Nya!"

Sunyi, semua terpana mendengar Kaffah yang begitu tulus membela gadis yang sudah amat lama menjalani hidup bersama mereka.

"Jadi, Mawar, jangan bersedih hati, percayalah, suatu saat dia pasti akan memperhatikanmu, juga Seeand! Hanya saja sekarang dia masih enjoy dengan keasyikannya menjadi pribadi tomboi!"

"Naaa ... bangun! Udah mau maghrib!" Terdengar suara bariton dari balik pintu kamar.

"Iya, Pa!" 

Astaghfirullah! Sudah berapa lama ana tertidur? Tapi, kok rasa-rasanya ana mendengar ada semacam perdebatan yang terjadi di kamar ya? Mustahil, gak mungkin, benda mati bisa ngomong? Quran, tas, bahkan bunga mawar diluar? Ah, sudahlah pasti hanya mimpi!

#onedayonepost
#odopbatch5

Kamis, 08 Februari 2018

Pria Misterius Pemikat Hati Salsa

Kubilang pada semuanya bahwa aku ingin menjadi penulis, namun di saat-saat senggang waktuku yang berlimpah, aku malah tak melakukan apapun. Hanya terdiam membisu meratapi masa yang terlewatkan begitu saja tanpa ada hal berarti terhasilkan. Hanya setitik huruf saja tak mampu kuuraikan menjadi kata menjadi kalimat menjadi sebuah cerita yang memberikan manfaat saat dibaca.

“Vanyaaaaaa ada yang nyariin tuuuuh!” seru Salsa dari depan rumah yang sebenarnya tak terlalu jauh dari keberadaan Vanya, kamar. 

Hanya saja, yah, berhubung Vanya lagi serius dengan laptop dan earphone di telinga, jadilah Salsa harus teriak di kontrakan mini mereka. Lama menunggu, akhirnya Salsa yang telah selesai dengan gaweannya berlari kilat dan dengan waktu lima detik saja Ia telah sampai menemui sahabat bak saudara kandung satu kontrakannya yang selalu sibuk di kamar dengan kekasihnya (baca : laptop).

Sambil melepas earphone di telinga Vanya, Salsa menyerukan kembali kedatangan seseorang. Jadilah gadis yang menarik dilihat dari sisi manapun itu meninggalkan kemesraannya untuk menghampiri tamu yang mencarinya.

Namun, kecewa dan sedikit kejengkelan harus dihampirinya karena tak menemukan siapapun di depan rumah, alhasil Vanya yang telah terbiasa dengan keisengan Salsa kembali ke kamarnya. Terlihatlah kini gadis imut yang mengerjainya itu tengah asyik menggantikan posisi dirinya mendampingi kekasih tercintanya.

Salsa yang melihat cepatnya gadis dengan mata besar yang memikat itu masuk ke kamar memicingkan matanya yang berkebalikan dengan Vanya. Hingga membuat Vanya yang tadinya ingin marah terpaksa tersenyum melihat Salsa dengan mata yang tak lagi terlihat, tertutup seutuhnya.

“Kok udah masuk aja? Langsung diusir ya?” tanya Salsa seolah memang tak ada niat mengerjai Vanya.

“Gimana mau ngusir, orangnya kagak ada!” jawab Vanya yang kembali kejengkelan menghampirinya.

“Kok gak ada ya, pan tadi masih ada di atas motornya di luar?” jelas Salsa meyakinkan.

“Serius? You gak lagi ngerjain I kan Cin?!” tanya Vanya seakan meragukan kebenaran Salsa.

“Serius Sayang, kalau tak salah itu cowok yang kemarin tempo hari kemari dengan rombongan super heboh You yang bikin mata I melek di siang hari yang nyaman buat tidur” terang Salsa kembali meyakinkan.

“Cowok? Siapa ya? Motornya apa? Orangnya kayak gimana?” kembali pertanyaan berlimpah keluar dari bibir merah tipis seorang Vanya.

“Lah mana I tau, orang tuh cowok disuruh masuk kagak mau, milih nungguin di atas motornya, lagian I juga sibuk buat pesanan handmade jadinya gak terlalu fokus sama motor.

Cuma berhubung orangnya lumayan enak diliat, jadinya sedikit terhipnotis gituh, beneran cuma dikit!”  jawaban yang sedikit mengecewakan bagi Vanya keluar mulus dari bibir tebal Salsa.

“Ah, kalau You mah Cin semua cowok juga You bilang enak diliat, makanaan kali enak!” sahut Vanya yang hanya bisa geleng-geleng kepala ngeliatin tingkah saudara kandungnya yang sedikit aneh menurutnya itu.

Baik Salsa maupun Vanya tak lagi heboh tentang tamu cowok misterius yang sempat membuat mereka harus saling berargument, mereka memilih meninggalkan aktifitas masing-masing dan kembali menjadi duo kembar. Jadilah mereka asyik karaoke-an dan tentu saja tanpa mikrofon dan musik yang keras karena hanya akan membuat mereka menjadi bulan-bulanan tetangga sekitar yang akan terganggu dengan kehebohan duo kembar tersebut.

❤❤❤ 
Rasanya aku ingin meluapkan semua yang ada di hati ini, kesedihan, kebahagiaan, rasa syukur, rasa cemas, semua keraguan, kekecewaan, semua hal yang terasa menyesakkan dada. Inginku luapkannya di atas gunung yang dekat dengan langit-Nya, inginku curahkan semuanya di pantai dengan laut dan langit-Nya yang bergandengan dengan indah. Ingin rasanya.

“Vanyaaaa…. I ketemu dengan cowok yang nyariin You tempo hari!” seru Salsa sembari berlari ke kamar dengan cerianya.

“Pesanan I ada Cinta?” tanya Vanya seolah tak mendengarkan teriakan keceriaan Salsa yang menggebu.

“Ya ada, nih buku-bukunya!” Sedikit kesal atau bahkan bertanya-tanya tentang sikap cuek gadis yang menurutnya masih menyimpan banyak misteri dalam kehidupannya.

Sembari mengucapkan terima kasih, Vanya mengambil buku-buku yang sempat dipesankan olehnya kepada Salsa untuk dibelikan, dan keluar kamar dengan santainya tanpa terpengaruh wajah penuh tanda tanya Salsa yang masih dengan awetnya berdiri kaku di sebelah kasur Vanya. Akhirnya setelah lama menanti di ruang makan, Vanya meluncurkan kakinya menuju kamar dan melihat Salsa yang masih berdiri dengan wajah yang susah untuk digambarkannya.

“Ngapain masih berdiri disitu? Yuk makan?” ajak Vanya sambil menarik tangan Salsa keluar dari kamarnya.

 “You gak denger teriakan I saat masuk ke rumah?” tanya Salsa akhirnya.

Sembari makan, Vanya mendengarkan dengan sabar gadis imut yang lincah bercerita dengan cerianya, Salsa yang memulai dengan mencurahkan rasa di hatinya yang senang karena dapat melihat adam yang begitu menarik matanya. Sedikit sadar karena tatapan Vanya yang tak sabar jadilah Ia memulai kisahnya.

Sumber Gambar : Google.co.id

Salsa yang saat itu tengah mencari-cari buku yang dipesan Vanya, tak sengaja melihat sosok yang sempat membuat mereka bertanya-tanya akan keberadaan adam misterius itu. Entah kenapa, Salsa yang heboh, menjadi patung yang setia menatap dari kejauhan pria tampan yang menurutnya menarik untuk dipandang, karena memberikan kesejukan tersendiri pada hatinya. 

Salsa yang hanya mengamati dari jauh, melihat adam yang belum diketahui namanya itu, asyik berdiskusi dengan awetnya, menjadi pembicara yang serius namun juga tak jarang memperlihatkan senyumannya yang membuat Salsa semakin terhipnotis. 

Di tengah cerita Salsa yang menurut Vanya hanya berkisah tentang apa yang dirasa sahabatnya itu, mempertanyakan siapa saja yang ikut diskusi tersebut. Lagi-lagi Vanya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan jawaban Salsa yang ternyata sekali lagi hanya fokus dengan si pria misterius yang masih saja membuat hatinya berdebar.

Mendengar Salsa yang sepertinya hanya curhat terselubung, membuat Vanya mencari alasan bahwa Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai dengan makan dan mencuci piringnya, Vanya meninggalkan Salsa yang masih terpana akan hatinya yang terbius dengan indahnya.

❤❤❤
Salsa yang tengah asyik dengan karyanya yang telah menjadi dambaan para wanita, kembali terdiam membeku karena adam yang beberapa hari ini telah menjadi incaran hatinya mendadak telah ada di depan pintu dengan pakaian rapi yang makin memikat hatinya. 

Pria misterius itu akhirnya memperkenalkan namanya dan tujuan kedatangannya. Mendengar maksud kedatangan pria misterius yang ternyata bernama Hasbi itu membuat Salsa harus kecewa, hatinya terasa remuk berkeping-keping, kepalanya pusing dan Ia pun pingsan dengan pulasnya.

“Alhamdulillah You udah sadar, apa yang terjadi Cinta?” tanya Vanya yang tak henti mengucap syukur sembari menekan bel untuk memanggil perawat.

“Kenapa I bisa ada di sini Say? Oh iya, Hasbi, eh Kak Hasbimu!” seru Salsa sembari selingak-selinguk melihat sekelilingnya yang penuh dengan pasien.

Belum sempat Vanya menjawab, perawat datang bersama dengan dokter memeriksa keadaan Salsa dan kembali kalimat syukur atas-Nya terngiang. Setelah hanya tinggal berdua, Vanya pun menjelaskan apa yang telah terjadi dari versi kak hasbi yang didengarnya. Salsa akhirnya sadar apa yang telah terjadi, Ia mengingat semuanya, perkataan Hasbi mengenai kedatangannya ke rumah kontrakan mini mereka. 

      Hasbi ternyata adalah saudara sepupu Vanya, Ia tak bisa menghubungi Vanya, karena itu dia datang untuk memberi kabar bahwa istrinya tengah hamil dan ingin bertemu. Itulah alasan kenapa Salsa mendadak pingsan karena merasakan sakit di dadanya. Siapa sangka rasa yang membuat hatinya selalu bersemu indah, terpaksa harus segera dilengserkan karena pria itu telah beristri bahkan akan menjadi seorang ayah. 

Vanya yang seolah menyadari betapa pilunya hati saudara kandungnya itu, memeluk erat Salsa, meminta maaf atas ketidaktahuannya, dan memberikan kekuatan untuk Salsa agar tetap sabar dan berserah pada-Nya, karena Ia Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. 

#onedayonepost
#odopbatch5