Selasa, 20 Februari 2018

Akhirnya Di Sinilah Saya, ODOP!



Komunitas ODOP (one day one post) ialah komunitas menulis yang dulunya sempat saya lirik, namun karena sifat pelupa yang begitu lekat, laman fb yang jarang dibuka, dan hobi yang hanya menjadi sekedar hobi, jadilah harapan untuk bergabung, pupus!

Saat keinginan menulis tiba-tiba hinggap, lalu diperlihatkan kembali pada berbagai komunitas menulis hingga berjumpa dengan Bang Syaiha sang pelopor ODOP lewat media sosial bernama facebook, meng-invite BBM-nya dan akhirnya memberanikan diri menyapa.

Namun, yang namanya pelupa tetaplah akan lupa, pemalas akan selalu malas, bila tak punya tekad yang kuat untuk berubah. Kembali diri lupa dengan motivasi menulis bahkan karya yang sempat mejeng di media cetak hanya sekedar kamuflase yang tak bermakna.

Tahun 2017, merupakan tahun yang benar-benar menjadi tahun yang kelam, karena tak ada satupun karya yang terlintas, hingga memasuki 2018, kembali motivasi untuk menulis itu tertanam, impian menjadi penulis memuncak hendak disegerakan dan akhirnya diperlihatkan pada pengumuman pendaftaran anggota ODOP yang terpampang di laman instagram.

Mendaftar di hari yang hampir mendekati akhir, menulis karya dadakan untuk syarat masuk, hingga akhirnya di-invite ke dalam sebuah grup whatsapp yang ternyata ialah grup besar ODOP BATCH 5, yang dikemudian harinya barulah saya tahu bahwa anggota yang lolos bergabung telah diumumkan lewat fb dan instagram.

Petualangan indah akhirnya di mulai, memang bukan hal pertama bergabung dalam komunitas menulis, hanya saja, karena telah lama mengosongkan gelas dari dunia literasi, bergabung di-ODOP menjadi hadiah terindah bagi mimpi yang seolah kian nyata menghampiri.

Setelah bergabung, barulah diketahui tak hanya sekedar konsistensi menulis setiap hari (yang terkadang masih suka molor), namun juga, setiap pekan diberikan sebuah tantangan yang wajib kita ikuti dan dilaporkan dalam grup Share Link ODOP 5, tak hanya itu, di-ODOP kita juga mendapatkan materi kepenulisan setiap Senin dan Jum'at (di grup besar ODOP BATCH 5) demi memperkaya ilmu literasi.

Untuk tahu apakah tulisan kita sudah sesuai kaidah kepenulisan, dihadirkanlah kelas bedah tulisan setiap Selasa hingga Kamis dalam grup kecil setiap kelompok planet yang telah dibagi (dalam hal ini, saya tergabung di Planet Mars tercinta), di kelas ini kita diwajibkan memberi kritik dan saran untuk setiap tulisan yang siap 'tuk dibedah.

Selain menulis dan mengikuti kelas, kita juga diwajibkan blogwalking setiap Senin hingga Sabtu, yang membuat saya selalu termotivasi dan mendapatkan banyak ilmu setelah membaca karya teman-teman ODOP yang layak diapresiasi.

Konsistensi menulis setiap hari, itulah salah satu yang menjadi alasan kenapa saya ikut ODOP, agar diri di'paksa' untuk menulis every day, hingga akhirnya terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan, yang bila tak menulis, diri justru akan mengalami kekosongan, seolah kehilangan sesuatu yang berharga dalam kehidupan.

Dan kini, sudah lewat sebulan ODOP BATCH 5 terjalani, telah begitu banyak anggota yang terpaksa tereliminasi (hingga kini, masih terasa kehilangan itu), karena setoran tulisan mereka yang tak terpenuhi. Hanya dapat berharap semoga tak ada lagi yang harus keluar hingga kita dapat melangkah bersama membumikan dunia literasi. (Yah, semoga)

Mengakhiri tulisan saya tentang ODOP ini, bolehlah ya, saya share beberapa motivasi dari para jawara ODOP buat penyemangat kita semua dalam menulis, (maaf nggak semuanya ya, hanya beberapa, kepanjangan kalo semua, peace!)

"Jangan pernah memikirkan apa yang akan kamu tulis, tapi tulis saja apa yang kamu pikirkan!" Bang Syaiha

"Nulis itu melemaskan tangan dan otak kita. Dari nulis yang receh, otak bakal lompat-lompat sendiri, tiba-tiba nemu ide, menjawab, mensistematisasi, dan lain-lain. Otak kita tuh keren banget!" Mbak Hiday Nur

"Dunia menulis ini nyata. Tulislah apa yang kau alami, kau rasakan, dan kau nikmati!" Mbak Alif Kiki

Dan akhirnya semoga kita dapat menulis seperti perkataan Uncle Ik berikut, "Saat kita duduk di depan komputer dan mulai menuliskan cerita kita semudah kita mengoleskan mentega ke atas roti!"


#ArtikelODOP
#Tantanganke-5
#onedayonepost
#ODOPbatch5

FYI : Untuk kamu yang ingin tau mengenai ODOP dan Jawaranya, tinggal klik aja segala yang berwarna merah di atas sana ;)

18 komentar:

  1. Keren Mba Nia, semangat terus 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, bunda juga.
      Semangaaattt... ^_^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Siap Laksanakan.
      Mohon bimbingannya Mas ^_^

      Hapus
    2. mohon dibimbing anak saya Mas Bas, please ...

      Hapus
    3. Please. Mohon bimbingannya para mastah ^_^
      (diakuin anak sama pak guru, saya kok deg-deg'an (y)) :D

      Hapus
  3. Balasan
    1. Semangaaattt...
      Mohon bimbingannya Mbak ^_^

      Hapus
  4. Semangat mbak Nia. Aku suka gaya nulisnya mbak ❤❤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat juga Mbak.
      Alhamdulillah, tapi,pastinya masih perlu bimbingan mastah non fiksi nih ^_^

      Hapus
  5. Balasan
    1. Wuah ... itu doang kang? Hiii...
      Alhamdulillah.
      Mohon bimbingannya tuan guru ^_^

      Hapus
  6. Keren ih mbak isna.. Ramah, rajin, dan pokoknya pembelajar yang keren banget. Inspirate mbak isnaaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. #inimahpujiannyaterlalutinggicinta
      Nanda juga keren, ramah, rajin dan tentu saja amat menginspirasi ^_^
      Semangat selalu ya...

      Hapus
  7. Rapinyaaaa~~~ ><
    Ah, saya suka iri sama yang begini.. Hihi~ ^^

    Yosh! Keep writing, mbak~ ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, untungnya diketik, jadi rapi.
      Coba kalau ditulis tangan, wuah... bahaya, kesian matanya :D
      Saya juga iri sama Cahya, tulisannya, cerpennya keren-keren.
      Keep Writing juga Cahya ^_^

      Hapus