Selasa, 27 Februari 2018

Jerit Hati Sang Koruptor


Dulu, aku adalah seorang yang sederhana,
Begitu besar kepedulianku pada sesama,
Indahnya kebahagiaan yang terjalin erat terasa,
Berbagi kemurnian cinta yang indah dan mempesona.

Di pertengahan hariku yang lain kini,
Di mana aku berada dalam situasi yang mewah,
Semua serba megah sangat megah,
Hilangkan kesederhanaan yang dulu membumi di hati.

Dan kini,
Terekam segala kekacauan hati,
Saat harta telah menguasai,
Kemewahan tak terhindari,
Dan akhirnya kesederhanaan beranjak pergi.

Aku,
Dengan kuasa termiliki,
Dengan harta yang membanjiri,
Dengan kemewahan membudaki,
Pergi menjauh dari suara-suara hati yang tersakiti,
Membohongi diri dan hati-hati di sekelilingku demi kemuliaan yang telah mati.

#onedayonepost
#odopbatch5

13 komentar:

  1. Masytaaaah...... Saya suke.. saya suke... :)

    BalasHapus
  2. Alhamdulilah. Terimakasih Rafi dan duo bunda ^_^
    Aduh, bukan mastah saya mah dedek shalihah. Alhamdulillah. Terimakasih kalau dek Akew suka ^_^

    BalasHapus
  3. Keren mbak Nia 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Terimakasih, mbak Alif lebih keren lagi ^_^

      Hapus
  4. Wah keren mbak isna.. Kritikannyaaa wuuihhhh mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Belum seberapalah dibanding puisinya Nanda.

      Hapus
  5. Aku mau belajar sama mbak nia dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau belajar apa?
      Tapi maaf, saya bukan guru nih ;-)

      Hapus
  6. 😢 sedih...

    Keren mbak niaaa puisinya 👍👍👍

    BalasHapus