Kamis, 08 Februari 2018

Pria Misterius Pemikat Hati Salsa

Kubilang pada semuanya bahwa aku ingin menjadi penulis, namun di saat-saat senggang waktuku yang berlimpah, aku malah tak melakukan apapun. Hanya terdiam membisu meratapi masa yang terlewatkan begitu saja tanpa ada hal berarti terhasilkan. Hanya setitik huruf saja tak mampu kuuraikan menjadi kata menjadi kalimat menjadi sebuah cerita yang memberikan manfaat saat dibaca.

“Vanyaaaaaa ada yang nyariin tuuuuh!” seru Salsa dari depan rumah yang sebenarnya tak terlalu jauh dari keberadaan Vanya, kamar. 

Hanya saja, yah, berhubung Vanya lagi serius dengan laptop dan earphone di telinga, jadilah Salsa harus teriak di kontrakan mini mereka. Lama menunggu, akhirnya Salsa yang telah selesai dengan gaweannya berlari kilat dan dengan waktu lima detik saja Ia telah sampai menemui sahabat bak saudara kandung satu kontrakannya yang selalu sibuk di kamar dengan kekasihnya (baca : laptop).

Sambil melepas earphone di telinga Vanya, Salsa menyerukan kembali kedatangan seseorang. Jadilah gadis yang menarik dilihat dari sisi manapun itu meninggalkan kemesraannya untuk menghampiri tamu yang mencarinya.

Namun, kecewa dan sedikit kejengkelan harus dihampirinya karena tak menemukan siapapun di depan rumah, alhasil Vanya yang telah terbiasa dengan keisengan Salsa kembali ke kamarnya. Terlihatlah kini gadis imut yang mengerjainya itu tengah asyik menggantikan posisi dirinya mendampingi kekasih tercintanya.

Salsa yang melihat cepatnya gadis dengan mata besar yang memikat itu masuk ke kamar memicingkan matanya yang berkebalikan dengan Vanya. Hingga membuat Vanya yang tadinya ingin marah terpaksa tersenyum melihat Salsa dengan mata yang tak lagi terlihat, tertutup seutuhnya.

“Kok udah masuk aja? Langsung diusir ya?” tanya Salsa seolah memang tak ada niat mengerjai Vanya.

“Gimana mau ngusir, orangnya kagak ada!” jawab Vanya yang kembali kejengkelan menghampirinya.

“Kok gak ada ya, pan tadi masih ada di atas motornya di luar?” jelas Salsa meyakinkan.

“Serius? You gak lagi ngerjain I kan Cin?!” tanya Vanya seakan meragukan kebenaran Salsa.

“Serius Sayang, kalau tak salah itu cowok yang kemarin tempo hari kemari dengan rombongan super heboh You yang bikin mata I melek di siang hari yang nyaman buat tidur” terang Salsa kembali meyakinkan.

“Cowok? Siapa ya? Motornya apa? Orangnya kayak gimana?” kembali pertanyaan berlimpah keluar dari bibir merah tipis seorang Vanya.

“Lah mana I tau, orang tuh cowok disuruh masuk kagak mau, milih nungguin di atas motornya, lagian I juga sibuk buat pesanan handmade jadinya gak terlalu fokus sama motor.

Cuma berhubung orangnya lumayan enak diliat, jadinya sedikit terhipnotis gituh, beneran cuma dikit!”  jawaban yang sedikit mengecewakan bagi Vanya keluar mulus dari bibir tebal Salsa.

“Ah, kalau You mah Cin semua cowok juga You bilang enak diliat, makanaan kali enak!” sahut Vanya yang hanya bisa geleng-geleng kepala ngeliatin tingkah saudara kandungnya yang sedikit aneh menurutnya itu.

Baik Salsa maupun Vanya tak lagi heboh tentang tamu cowok misterius yang sempat membuat mereka harus saling berargument, mereka memilih meninggalkan aktifitas masing-masing dan kembali menjadi duo kembar. Jadilah mereka asyik karaoke-an dan tentu saja tanpa mikrofon dan musik yang keras karena hanya akan membuat mereka menjadi bulan-bulanan tetangga sekitar yang akan terganggu dengan kehebohan duo kembar tersebut.

❤❤❤ 
Rasanya aku ingin meluapkan semua yang ada di hati ini, kesedihan, kebahagiaan, rasa syukur, rasa cemas, semua keraguan, kekecewaan, semua hal yang terasa menyesakkan dada. Inginku luapkannya di atas gunung yang dekat dengan langit-Nya, inginku curahkan semuanya di pantai dengan laut dan langit-Nya yang bergandengan dengan indah. Ingin rasanya.

“Vanyaaaa…. I ketemu dengan cowok yang nyariin You tempo hari!” seru Salsa sembari berlari ke kamar dengan cerianya.

“Pesanan I ada Cinta?” tanya Vanya seolah tak mendengarkan teriakan keceriaan Salsa yang menggebu.

“Ya ada, nih buku-bukunya!” Sedikit kesal atau bahkan bertanya-tanya tentang sikap cuek gadis yang menurutnya masih menyimpan banyak misteri dalam kehidupannya.

Sembari mengucapkan terima kasih, Vanya mengambil buku-buku yang sempat dipesankan olehnya kepada Salsa untuk dibelikan, dan keluar kamar dengan santainya tanpa terpengaruh wajah penuh tanda tanya Salsa yang masih dengan awetnya berdiri kaku di sebelah kasur Vanya. Akhirnya setelah lama menanti di ruang makan, Vanya meluncurkan kakinya menuju kamar dan melihat Salsa yang masih berdiri dengan wajah yang susah untuk digambarkannya.

“Ngapain masih berdiri disitu? Yuk makan?” ajak Vanya sambil menarik tangan Salsa keluar dari kamarnya.

 “You gak denger teriakan I saat masuk ke rumah?” tanya Salsa akhirnya.

Sembari makan, Vanya mendengarkan dengan sabar gadis imut yang lincah bercerita dengan cerianya, Salsa yang memulai dengan mencurahkan rasa di hatinya yang senang karena dapat melihat adam yang begitu menarik matanya. Sedikit sadar karena tatapan Vanya yang tak sabar jadilah Ia memulai kisahnya.

Sumber Gambar : Google.co.id

Salsa yang saat itu tengah mencari-cari buku yang dipesan Vanya, tak sengaja melihat sosok yang sempat membuat mereka bertanya-tanya akan keberadaan adam misterius itu. Entah kenapa, Salsa yang heboh, menjadi patung yang setia menatap dari kejauhan pria tampan yang menurutnya menarik untuk dipandang, karena memberikan kesejukan tersendiri pada hatinya. 

Salsa yang hanya mengamati dari jauh, melihat adam yang belum diketahui namanya itu, asyik berdiskusi dengan awetnya, menjadi pembicara yang serius namun juga tak jarang memperlihatkan senyumannya yang membuat Salsa semakin terhipnotis. 

Di tengah cerita Salsa yang menurut Vanya hanya berkisah tentang apa yang dirasa sahabatnya itu, mempertanyakan siapa saja yang ikut diskusi tersebut. Lagi-lagi Vanya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan jawaban Salsa yang ternyata sekali lagi hanya fokus dengan si pria misterius yang masih saja membuat hatinya berdebar.

Mendengar Salsa yang sepertinya hanya curhat terselubung, membuat Vanya mencari alasan bahwa Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai dengan makan dan mencuci piringnya, Vanya meninggalkan Salsa yang masih terpana akan hatinya yang terbius dengan indahnya.

❤❤❤
Salsa yang tengah asyik dengan karyanya yang telah menjadi dambaan para wanita, kembali terdiam membeku karena adam yang beberapa hari ini telah menjadi incaran hatinya mendadak telah ada di depan pintu dengan pakaian rapi yang makin memikat hatinya. 

Pria misterius itu akhirnya memperkenalkan namanya dan tujuan kedatangannya. Mendengar maksud kedatangan pria misterius yang ternyata bernama Hasbi itu membuat Salsa harus kecewa, hatinya terasa remuk berkeping-keping, kepalanya pusing dan Ia pun pingsan dengan pulasnya.

“Alhamdulillah You udah sadar, apa yang terjadi Cinta?” tanya Vanya yang tak henti mengucap syukur sembari menekan bel untuk memanggil perawat.

“Kenapa I bisa ada di sini Say? Oh iya, Hasbi, eh Kak Hasbimu!” seru Salsa sembari selingak-selinguk melihat sekelilingnya yang penuh dengan pasien.

Belum sempat Vanya menjawab, perawat datang bersama dengan dokter memeriksa keadaan Salsa dan kembali kalimat syukur atas-Nya terngiang. Setelah hanya tinggal berdua, Vanya pun menjelaskan apa yang telah terjadi dari versi kak hasbi yang didengarnya. Salsa akhirnya sadar apa yang telah terjadi, Ia mengingat semuanya, perkataan Hasbi mengenai kedatangannya ke rumah kontrakan mini mereka. 

      Hasbi ternyata adalah saudara sepupu Vanya, Ia tak bisa menghubungi Vanya, karena itu dia datang untuk memberi kabar bahwa istrinya tengah hamil dan ingin bertemu. Itulah alasan kenapa Salsa mendadak pingsan karena merasakan sakit di dadanya. Siapa sangka rasa yang membuat hatinya selalu bersemu indah, terpaksa harus segera dilengserkan karena pria itu telah beristri bahkan akan menjadi seorang ayah. 

Vanya yang seolah menyadari betapa pilunya hati saudara kandungnya itu, memeluk erat Salsa, meminta maaf atas ketidaktahuannya, dan memberikan kekuatan untuk Salsa agar tetap sabar dan berserah pada-Nya, karena Ia Yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. 

#onedayonepost
#odopbatch5

10 komentar:

  1. Nia kasian banget salsa,hiks 😭

    BalasHapus
  2. Ceitanya bgs mbae

    Cuma msh banyak kalimat yang ngga efektif. Tapi keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ^_^
      Huah ... Udah tak duga, pasti banyak salahnya! T_T
      Terimakasih Mbak, bersediakah jika saya mengganggu untuk bedah cerpen reseh ini?

      Hapus
  3. Sebegitu menderitanya...?
    Wah...aku nggak begitu-begitu juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaa... :D
      Alhamdulillah kalau begitu, bahagia selalu ya Mas ^_^

      Hapus
  4. Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Terimakasih Mbak Shinta ^_^

      Hapus