Sabtu, 17 Maret 2018

Drama Sepakbola Piala AFC 2018

www.topskor.id

Rabu, 14 Maret 2018 bertepatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, diadakanlah pertandingan babak penyisihan grup H Piala AFC 2018 antara Persija melawan Song Lam Nghe An (SLNA) yang akhirnya dengan penuh drama dimenangkan oleh tim besutan Stefano Cugurra, Persija dengan skor 1-0.

Ya... tunggu! Jangan terlalu serius gituh, kita jadi merinding nih, sapa dulu kek, mana you juga nggak nulis lagi kemarin?! Oh iya, lupa, maaf! Maaf! kembali bersama saya nurhidayatunnisa biasa dipanggil Aya or Ya, kali ini... Nggak perlu gitu juga kali Ya! Ouwh, jadi nyesel nyuruh dirimu nyapa! Hiii ... maaf, kali aja ada pendatang baru gituh?! Ya udah, back to topic!

Jadi ceritanya, Hari Rabu yang biasanya menjadi hari tersibuk buat Aya, bersyukur banget di hari itu, bisa pulang lebih cepat dari biasanya, why? Karena agendanya di majuin dan Aya cuma bisa ikut pas penutupan aja. Lah, kok? Heee ... iya, jadi hari itu, kebetulan kerjaan lagi numpuk enggak bisa ditinggal, berbenturan dengan agenda di luar yang ternyata dipercepat mulainya.

"Tidak mengapalah, yang penting niatnya, dan bisa tetap silaturahim!" Itu katanya tetua di pertemuan kita, yah, buat menghibur Aya sih itu, tapi benar juga kan?! Berhubung Aya pulang di masa yang tak seperti biasanya, Ibu pun bertanya dengan herannya, "Cepat balek Yuk? Biase malam ndak?" Dan Aya pun hanya bisa tersenyum saja menjawabnya ^_^

Bukannya enggak sopan, cuma entah kenapa hari itu nih kelapa eh kepala, minta diberikan perhatian lebih alias berat banget. Dan Ibu yang sepertinya mengetahui hal itu, langsung menyuruh anak gadisnya ini istirahat. Tapi, kepala yang super berat itu, malah membuat mata enggak bisa terpejam hingga akhirnya malam sudah menunjukkan pukul delapan lewat.

Bosan dengan sakit yang manja banget itu, Aya keluar kamar, eh, ternyata si Abang lagi nonton sepakbola yang main Persija lawan tim dari Vietnam SLNA, melihat kayaknya asyik banget, jadi lupa, padahal tadi mau nyari obat, malah ikutan nimbrung depan televisi, dan si dedek cantik kami lewat, ngeliatin kakaknya yang pucat tapi masih enjoy aja nonton.

"Ih, badan ayuk panas!" Itulah kalimat yang keluar sesaat setelah si bidadari ngecek suhu tubuh kakaknya dengan telapak tangan layaknya seorang dokter, Aya sih, cuma senyum aja nanggapinnya. si Abang juga cuek, secara lagi fokus nonton.

Nah, drama layaknya pertandingan sepakbola di mulai, menuju akhir pertandingan skor masih 0-0. Kalau katanya komentator, tim SLNA sepertinya memilih bermain bertahan dan mengulur waktu karena dengan mempertahankan skor imbang mereka sudah bisa dipastikan mendapat poin tuk menjadi pemenang grup.

Dan ternyata benar, tim Vietnam itu bermain dengan sangat membosankan dan penuh drama, bikin darah mendidih, rasanya pengen banget ngejitakin mereka. Sabar Ya! Akhirnya pelatih Stefano Cugurra, memasukkan pemain senior Persija Bambang Pamungkas, masuknya si Bapak, merubah atmosfir pertandingan yang mulai memanas itu.

Beberapa kali sundulan dan operan BP hampir saja membuahkan gol, salut deh, walau sudah berumur tetap saja permainannya luar biasa, yah, faktor pengalaman kali ya?! Walau demikian drama mengulur waktunya tim Vietnam tetap berlanjut, dan hal itu menyebabkan para pemain Persija jadi terpancing, dan beberapa kali terpaksa melakukan hal yang membuat mereka harus menerima kartu kuning.

Hingga akhirnya, pada injuiry time, menit 90+3, gol cantik dipersembahkan oleh pemain Persija, Addison Alves, akhirnyaaaa... ^_^ Dan hal tak terduga terdengar, komentator pun berucap "karma berlaku sepertinya", kira-kira begitulah ucap komentator, kenapa? 

Karena setelah Persija mencetak gol, giliran tim Macan Kemayoran ini yang mengulur waktu dan tim SLNA Vietnam yang kebakaran jenggot mencoba mencetak gol balasan, walau perjuangan itu harus berakhir saat wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Memang yah, begitulah permainan sepakbola adanya, tidak hanya kehidupan saja yang penuh drama. Memang cocok mereka jadi aktor, ingat kan? Aya juga pernah menyinggung hal ini, di sini

Karma berlaku bagi siapapun itu, baik atau buruknya hal itu terucap, namun, benar adanya ya?! Karena terkadang manusia suka lupa, seolah merasa hidupnya akan selalu di atas, jadi semena-mena, hingga akhirnya, saat diri berada di bawah, barulah menyesali.

2 komentar:

  1. wuiiih, tulisannya ciamik, saya suka.. mbak Nia masih sodaranya Bung Jebret ya?

    dan lebih parah lagi istilah dalam sepakbola: bunuh diri (serem...), posisi sayap (emang burung, sayap), dan lain lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Bung jebret saha' kang?😁
      Hu-um, sepakbola emang luar biasa 😂😇

      Hapus