Kamis, 01 Maret 2018

Kapan?


Untuk setiap tanya "kapan?" yang deras terlontarkan,
Hanya senyum dan jawaban yang telah terangkai yang bisa diserukan,
Karena hati tak bisa ungkapkan kebenaran yang dirasakan,
Karena bathin tak bisa lampiaskan asa yang terpatri indah dikiaskan.

Bukan karena pilihan yang terlalu lantang,
Bukan karena angan yang terlalu terang.

Karena diri bukanlah pilihan,
Karena diri tak lebih baik dari yang lain,
Karena diri hanyalah insan biasa yang tak luput akan dosa,
Karena diri tak seindah anggapan yang terlihat nyata.

Amat takutnya hati akan harapan yang berlebihan,
Amat malunya bathin akan kesempurnaan yang terlukiskan.

Padahal,
Siapalah diri yang fakir amal ini,
Siapalah diri yang full dosa ini,
Siapalah diri yang bukan siapa-siapa ini.

Karena itu,
Diri haruslah berubah dulu,
Diri haruslah lebih baik dulu,
Diri haruslah lebih memantaskan diri dulu.

Hingga saat DIA tetapkan masa itu tiba,
Diri tak lagi harus menahan malu,
Diri tak lagi harus berhati sendu,
Karena diri telah siap menuju-Nya bersama pilihan-Nya.

#onedayonepost
#odopbatch5

14 komentar:

  1. Yg sabar ya mbak nia, menghadapi pertanyaan2 itu :)

    BalasHapus
  2. Aheeuuu~ XD
    Saya pun sama XD
    Tapi isi kepala tiap orang nggak selalu sama.. Wkwk

    BalasHapus
  3. Tanya kapan? Jawab aja May, may be yes may be no, so what?ups maaf saya korban iklan๐Ÿ˜…

    BalasHapus
  4. Hingga nanti saatnya tlah tiba yaaa mba ๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
  5. Semua akan indah pada waktunya ya ^^

    BalasHapus
  6. Like..
    Mari kita tunggu kedatangannya
    Dengan sabar dan tawakal pada-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mariii...
      Menanti sambil terus perbaiki diri.
      Semoga Allah meridhoi.

      Hapus