Kamis, 15 Maret 2018

Miss Dreamer and Mr. Perfect (10) Epilog - Akhir Perjalanan Rasa Itu.

Bagian 10 (Epilog – Akhir Perjalanan Rasa Itu)

Setelah perpisahan tanpa kata yang terjadi antara Abbas dan Cahya, Keesokan harinya gadis itu langsung memboyong Fitra mengunjungi keluarganya di Sumatera, sebulan sudah sekembalinya Cahya ke kampung halaman, wanita itu selalu terlihat ceria dan sangat menyenangkan, namun Fitra tahu sahabat tercintanya itu masih memikirkan Abbas yang hingga kini tetap eksis di dunia tarik suara dengan lagu-lagu dakwahnya.

Masih terekam jelas dalam ingatan Fitra, tiga hari menjelang pernikahan Meyta dan hafidz, Cahya membawanya mengunjungi suatu tempat yang justru membuatnya tak henti menundukkan kepala,

“Cahya … dari sekian banyaknya tempat wisata, kenapa Lo ngajakin gue ke sini? ”

“Eh, kenapa ya? Yah, nggak papa sih, hitung-hitung buat muhasabah diri gitu?!”

“Ish … kamu tuh ya!”

Begitulah Fitra, bila sudah bingung, bahasanya suka berubah-ubah, dan Cahya sebagai orang terdekat sudah mafhum dengan hal itu.

Tak hanya itu, Fitra juga mengingat pembicaraan mereka di sana mengenai pernikahan yang akan segera berlangsung. Saat itu, Ia tak habis pikir, kenapa Cahya tidak menemani Meyta menjalani prosesi adat jelang pernikahan, yang hanya dijawab gadis itu dengan senyuman.

Gadis Jawa namun terkesan gaul itu juga tak mengira bahwa pernikahan dua sejoli yang berjumpa di Aceh itu, tak sepenuhnya mengikuti syariat, karena walau telah memisahkan tamu pria dan wanita, namun masih menggunakan hiburan seperti halnya mengundang Abbas. Dan kembali hanya senyuman yang bisa diberikan Cahya sebagai jawaban atas segala rasa penasaran Fitra yang sepertinya tidak akan pernah terpecahkan.

Tak hanya Fitra yang mengingat hari itu, Cahya pun selalu teringat namun dengan alasan yang berbeda. Karena kehadiran Abbas yang begitu mengusik hati, Ia baru mampu keluar memenuhi misi utamanya ke Aceh. Ia pun sebenarnya tak terlalu yakin apa alasannya membawa Fitra ke sana. Namun, satu yang pasti, Ia pergi ke tempat duka itu agar lebih dekat dengan-Nya, walau entah kenapa Ia justru memilih Areal Pemakaman Massal Daerah Ulee Lheue untuk dikunjungi. Dan satu hal yang hingga kini masih terngiang dalam pikirannya, perkataan penjaga makam yang justru mengingatkannya pada Abbas.

http://kelilingaceh.blogspot.co.id/

“Walau sudah begitu banyak bapak melihat orang berduka yang mengunjungi kuburan massal ini, namun melihat anak menatap jauh seolah memikul beban berat itu, mengingatkan bapak pada Habib muda yang baru saja mampir ke sini, saat bapak bertanya kenapa Ia begitu? Kau tahu nak! Dia bilang, dia datang untuk menjernihkan pikiran. Ia bahkan berucap bahwa nanti setelah dia, pasti akan ada yang datang! Mendengar itu bapak hanya menggeleng dan membiarkannya saja. Ya, jelas saja ada, karena tempat ini selalu ramai dikunjungi.”    

Terlepas dari segala ingatannya tentang Abbas, Cahya justru semakin giat menulis dan telah menghasilkan beberapa karya yang memukau banyak hati pembacanya, utama para remaja, segala yang terjadi padanya dan Abbas tanpa sadar Cahya mengemukakan lewat novelnya.

Ia juga menuliskan kisah mereka dalam bentuk buku motivasi yang sekaligus menjadi obat baginya. Karena itu, jika bicara hikmah, maka pertemuan mereka berdua telah memberikan hikmah terbesar bagi keduanya. Karena pertemuan itu, Abbas jadi punya banyak inspirasi untuk lagunya, begitupun Cahya yang mulai meraih mimpinya sebagai penulis yang dapat memberikan perubahan terbaik bagi pembacanya.

Seiring berjalannya masa, Cahya mulai menguasai hatinya, Ia tak lagi terlalu pusing dengan kehadiran Abbas di media, karena kesibukannya di dunia sastra dan dia sendiri juga makin sering tampil di segala media. Begitupun Abbas yang memilih pasrah pada-Nya karena jika Ia dan Cahya memang telah digariskan untuk bersama maka mereka akan bertemu di singgasana pernikahan berjuang bersama menuju Jannah-Nya.

~ End ~


Cerita sebelumnya bagian 1 > Awal Pertemuan
Cerita sebelumnya bagian 2 > Pertemuan Dengannya
Cerita sebelumnya bagian 3 > Dia - Cahya
Cerita sebelumnya bagian 4 > Saat Rasa Itu Datang
Cerita sebelumnya bagian 5 > Tentangnya
Cerita sebelumnya bagian 6 > Dia Itu Ternyata...
Cerita sebelumnya bagian 7 > Speechless
Cerita sebelumnya bagian 8 > Untukmu
Cerita sebelumnya bagian 9 > Akankah Kita Bersama?


#Cerbung10Episode
#Tantanganke-7&8
#BismillahLulus
#onedayonepost
#odopbatch5

8 komentar:

  1. Kereeeen. Cerbung.y bikin haru.
    Tapi kenapa Abbas tidak pernah mengutarakan rasa atau melamar Cahya.

    BalasHapus
  2. Wow ... ada mirip2nya ya Abbas dan Amar. 😉😉

    BalasHapus
  3. Wah kisahnya masih bisa panjang ya, hmmm akankah seri cahya dan abbas berlanjut hehehe, ngarep nih gegara baper 😍

    BalasHapus
  4. wihhh,,, masih bertanya2 tentang kisah abbas dan cahya...

    heheh,,, saya setuju jga sama Bunda Nabhan... bakal ada kelanjutnnya ya mb Nia?

    BalasHapus