Sabtu, 10 Maret 2018

Miss Dreamer and Mr. Perfect (5) Tentangnya


Bagian 5 (Tentangnya)


Sumber Gambar : khotbahjumat.com

“Ada apaan sih Say, nih hari waktu istirahat aku ngederin omelan-omelan enggak jelas yang beberapa hari ini terus terngiang di telingaku, faham tak?” sanggah Fitra di depan Handphone-nya yang kini terpampang wajah bingung Cahya.

Sorry kalau aku ganggu Cin, tapi beneran aku hilang fokus nih, harusnya hari ini tuh aku mulai peloncoan-ku di Negeri Serambi Mekah ini, tapi wajah arab tuh orang malah nongol mulu di pikiran.” sahut Cahya menjelaskan kebingungan pikirannya.

“Itu artinya kamu lagi jatuh cintrong, owalah hal kayak gini aja dipusingin, please deh ya, kita nih udah berumur, bukan abg yang masih harus bingung dengan hatinya, kamu tuh udah cukup dewasa untuk tahu apa yang kamu inginkan, faham?” kembali wejangan khas Fitra mengalun di pagi yang baru memperlihatkan wajah mataharinya.

Pantas saja Fitra mengomel karena waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi saat Cahya mengeluh tentang hati dan pikirannya, dan lagi hari itu adalah hari libur pertamanya setelah beberapa hari lembur kerja. Cahya yang saat itu masih belum memberitahukan nama dan seperti apa sosok Abbas pada Fitra, harus siap mendengarkan curahan hati Fitra yang justru ikutan mellow.

“Daripada trus menggalau ngederin curahan hati loe yang sepele itu, mending kamu dengerin aku ya, ini tuh tentang penyanyi religi pendatang baru yang akhir-akhir ini tuh lagi menasional lagu-lagunya di belantika musik Indonesia, dan tau kagak? Tuh orang masih single dan parasnya itu arab banget, yang pasti kalah deh semua artis-artis Indonesia sekarang nih, apalagi Korea!” ocehan Fitra justru membuat Cahya makin tak bisa mengalihkan pikirannya dari bayangan Abbas, namun dia tetap memilih diam untuk mendengar celotehan sahabat yang sudah bagai keluarganya itu.

“Tuh penyanyi emang luar biasa perfect banget! Banget! Asli aku tuh masih gak bisa move on dari suaranya dia, dari lagu-lagunya dia, apalagi tampang arabnya itu … asli buat jatuh cinta banget Say! Hah, aku yakin kalau kamu ngeliat tuh orang, pasti yang sekarang ada di pikiran kamu bakalan musnah berkeping-keping.” kembali Fitra mengoceh tanpa menyembunyikan senyum yang merekah dan memperlihatkan gigi putihnya yang cantik.

“Hush! Enggak ada kali manusia perfect, seperfect-perfect-nya manusia tuh pasti ada celanya juga, dan lagian kamu tuh lupa apa sama Gilang calon suami kamu? Sampai malah jatuh cinta sama orang yang bahkan cuma kamu lihat di TV doang, dan lagian apa kamu lupa kalau mengagung-agungkan manusia itu enggak boleh banget, musyrik tau!” jelas Cahya mengingatkan Fitra tuk kembali pada keyakinannya.

“Aku tau banget kali, aduh please deh ya Say, aku tuh bukannya memuja-mujanya gimana gituh, aku tuh cuma salut aja kali, karena di usianya yang terbilang muda itu, yah bisa dibilang seumuran kita mau berdakwah lewat lagu religinya, yang justru sekarang tuh makhluk kayak dia nih langka banget. Itu aja kok! Dan inget ya, aku tuh enggak pernah lupa sama Gilang dan aku tau banget dengan perasaan aku kalau Gilang ialah jodoh yang diturunkan-Nya untukku, faham?” jawaban Fitra mampu membuat Cahya tersenyum bangga pada sohibnya itu.

Jadilah hari itu, Fitra yang awalnya ingin mengistirahatkan jiwa dan pikirannya seolah lupa dan masih berkutat dengan Cahya yang setia mendengarkan segala ocehannya. Lucu memang, karena awalnya Cahya yang ingin curhat malah kebalik mendengarkan curahan hati Fitra yang berputar-putar mengenai penyanyi religi baru, Gilang, kerjaan yang tentunya tak tertinggal mengenai bos paling setianya yang tidak beda jauh dengan Fitra kalau soal bawel-membawel.

Walau tak dapat mencurahkan segala yang mengganjal di hatinya, setidaknya Cahya bersyukur mendengar Fitra mengoceh karena dia sendiri jadi lupa dan lebih plong, bahkan dapat tertawa setiap kali melihat ekspresi Fitra yang beragam. Baik Cahya maupun Fitra masih asyik di dunia mereka hingga akhirnya Cahya menoleh sejenak menuju pintu kamarnya yang memperdengarkan bunyi ketukan, alhasil Cahya pun dengan berat hati menghentikan perbincangan seru mereka, tepatnya sih aktifitas mendengarkan curhatan Fitra dan beralih melangkah tuk bertemu tamunya.

~ Bersambung ~

Cerita sebelumnya (bagian 1) > Awal Pertemuan
Cerita sebelumnya (bagian 2) > Pertemuan Dengannya
Cerita sebelumnya (bagian 3) > Dia - Cahya
Cerita sebelumnya (bagian 4) > Saat Rasa Itu Datang

#Cerbung10Episode
#Tantanganke-7&8
#BismillahLulus
#onedayonepost
#odopbatch5


5 komentar:

  1. Hayoo yg dateng siapa? Room service kah?ah penasaran, besok segera di jawab ya mba Nia😍

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah. Terimakasih Kak ^_^
      walau tetap aja bingung tulisan biasa gini dibilang keren?!

      Hapus