Minggu, 11 Maret 2018

Miss Dreamer and Mr. Perfect (6) Dia Itu Ternyata...

Bagian 6 (Dia Itu ternyata...)

Assalamu'alaikum! Maaf Bu Cahya Putri Satria, saya mengganggu waktunya sejenak, boleh saya masuk?” Tanpa menunggu persetujuan Cahya, wanita yang terlihat lebih muda darinya itu melenggang masuk dan duduk di sofa serta meminum air yang memang telah tersedia di meja. 

Jadilah Cahya hanya dapat melihat dan menunggui wanita itu kembali bersuara, “Ayo dong Mbak, kok malah bengong sih, saya Meyta, sobat Mbak di Aceh ini. Oh ya, sebelumnya saya sungguh minta maaf karena terlalu sibuk dengan persiapan nikah jadi tidak sempat menjemput dan bahkan mbak malah tidak jadi menginap.”

Barulah setelah mendengar penjelasan Meyta, Cahya sedikit sadar dan kembali ke alam nyatanya, “Ah ya, sekarang Mbak inget wajah kamu cinta, and it’s okay, toh yang jelas sekarang Mbak enggak telantar kan?”

“Oh ya, Mbak tau tidak di mana kamarnya kak Abbas?” tanya Meyta yang membuat Cahya yang saat itu tengah minum tersedak dengan hebatnya, dan setelah menormalkan kondisinya Cahya kembali fokus pada pendengarannya.

“Maksud kamu kak Abbas yang mana?” tanya Cahya untuk lebih meyakinkan dirinya. Enggak mungkin Meyta kenal Abbas kan?

“Abbas penyanyi religi baru Indonesia yang hampir mengguncang seluruh Indonesia bahkan Asia Mbak, serius Mbak tidak tau?” jelas Meyta menyipitkan mata sipitnya hingga berhasil membuat matanya tertutup sempurna.

Abbas penyanyi baru? Yang tadi diceritain Fitra? Jadi penyanyi itu namanya juga Abbas? “Kenapa tiba-tiba kamu nanyain gituh? Emangnya dia ada di sini?” tanya Cahya lagi dan berhasil membuat Meyta makin bingung.

“Ya Allah, Mbak sungguh tidak tau tentang kak Abbas? Sebentar ya saya browsingin dulu!” Secepat kilat Meyta telah beradaptasi dengan gawainya dan menunjukkan foto Abbas, juga lagu-lagunya yang membuat Cahya hampir saja tak bisa bernafas saking kagetnya.


chordsmain.blogspot.co.id

“Jadi ini yang namanya Abbas? Sejak kapan dia jadi penyanyi? And oh ya, kamu ngapain nyariin dia?” kembali lagi Cahya bertanya.

Allahu! Yah, karena saya nge-fans sama kak Abbas makanya saya cariin!” Senyum merekah Meyta membuat Cahya makin bergidik ngeri, setelah mengingat betapa ekspresi Meyta sangat mirip dengan Fitra saat bicara tentang Abbas yang ternyata seorang penyanyi terkenal.

Allahu! Cinta kamu bakalan nikah enggak lama lagi, ngapain juga kamu nyari-nyari dia? Hafidz tau kamu nge-fans sama Abbas? Oh ya, baru mbak ingat, kamu ngapain berkeliaran begini, bukannya kamu mesti di rumah dan mengikuti prosesi adat menjelang pernikahan?” lagi, Cahya kembali bertanya.

“Cuma keluar sebentar, udah izin kok! Loh ada yang salah Mbak? Saya kan nyariin kak Abbas buat yah, kali aja dia mau nyanyi di acara walimahan kami, dan ya! Kak Hafidz tau saya mengidolakan Kak Abbas karena calon suami saya itu juga sama. Jelas Mbak?” jawab Meyta seolah itu adalah jawaban terakhirnya dari segala macam pertanyaan Cahya.

Jelas saja Meyta merasa kesal, dia yang tadinya bertanya pada Cahya, malah harus menjawab segala pertanyaan Cahya, wanita Sumatera yang berdomisili di Jawa dan telah lama menjadi teman chatting-nya di medsos.

Demi melihat wajah tidak bersemangatnya Meyta, Cahya pun akhirnya berdiri dan menuntun gadis itu menuju kamar Abbas yang terletak tepat di depan kamarnya. Yah, setelah kejadian malam itu, Abbas dan Cahya kembali ke kamar masing-masing tanpa suara yang ternyata menuju arah yang sama.

~ Bersambung ~


Cerita sebelumnya bagian 1 > Awal Pertemuan
Cerita sebelumnya bagian 2 > Pertemuan Dengannya
Cerita sebelumnya bagian 3 > Dia - Cahya
Cerita sebelumnya bagian 4 > Saat Rasa Itu Datang
Cerita sebelumnya bagian 5 > Tentangnya

#Cerbung10Episode
#Tantanganke-7&8
#BismillahLulus
#onedayonepost
#odopbatch5

4 komentar:

  1. Eending.y masih belum bisa ketebak. Bikin penasaran mbak. Kereen.

    BalasHapus
  2. Wah tebakan saya salah, hehehe, keren mba, dilanjut๐Ÿ˜๐Ÿ˜, saya penasaran sm reaksi abbas selanjutnya ๐Ÿ˜Ž

    BalasHapus