Selasa, 13 Maret 2018

Miss Dreamer and Mr. Perfect (8) Untukmu

Bagian 8 (Untukmu)

***
“Maafkan saya ya Mbak, dan terimakasih sudah membela saya.” ucap Meyta tulus dibalik pelukan mereka setelah tangisnya mereda. Belum sempat Cahya menjawab, ketukan pintu kamarnya terdengar, menandakan ada tamu yang ingin menemuinya. Seolah tau siapa yang datang, Cahya menguatkan Meyta untuk meninggalkan kesedihannya terlebih dahulu.

“Ada apa lagi, masih belum cukup dengan ocehan kamu yang menyakiti Meyta tadi?” sambar Cahya langsung saat membuka pintu dan mendapati Abbas yang baru disadari gadis itu kini terlihat santai dengan kaus dan celana jeans yang bertolak belakang dengan penyamarannya pertama kali.

“Afwan Cahya, saya benar-benar minta maaf, sungguh saya tidak bermaksud untuk menyakiti hati teman kamu, saya hanya ingin mengingatkan saja. Yah, saya tau cara saya salah karena itu saya minta maaf, Meyta masih ada kan?” Setelah mendengarkan ucapan Abbas yang sebenarnya masih menyisakan kejengkelan di hatinya, Cahya mengalihkan tatapan ke Meyta yang sudah bisa menguasai diri dan kini tengah berada tepat di depan Abbas.

“Iya saya tau kok, Kak Abbas tidak perlu minta maaf, karena Kak Abbas benar soal tadi. Dan maaf ya, saya jadi terlihat rendah di mata Kak Abbas juga Mbak Cahya.” sambil masih menguatkan hatinya Meyta menolehkan penglihatannya pada kedua insan yang sepertinya masih diliputi banyak tanda tanya akan hubungan keduanya.

“Meyta…” sahutan itu berhasil keluar dari lisan keduanya, dan membuat Meyta seperti menyadari sesuatu, namun sebelum mengungkapkannya Abbas kembali mengeluarkan suara.

“Baiklah saya bersedia menyanyi di acara pernikahan kamu, dan kamu tidak perlu membayar saya untuk hal itu, okay deal?” ucapan Abbas membuat Meyta langsung memeluk Cahya yang menatap tak percaya pada Abbas yang juga memandanginya dan segera berlalu.

***
Untuk pertama kalinya, Cahya mendengarkan suara Abbas secara langsung, dan entah kenapa dia semakin jatuh pada setiap lirik yang dinadakan Abbas, fahamlah Ia kini kenapa saat itu lelaki yang tengah tampil ini menyinggung soal dakwah bil nada, karena dialah penyanyi religi pendatang baru Indonesia yang mampu menyihir mata para wanita, tak terkecuali Fitra yang ikut bersamanya hadir dalam pernikahan Meyta. 

Yah, karena bosan dengan liburannya di tanah jawa, dan merindukan Cahya jadilah Fitra menyusul dan sangat bersyukur karena dapat melihat secara langsung sosok yang diceritakannya pada Cahya.

www.pixabay.com

Dan sesuatu yang ingin dilupakan kembali menyerang hati Cahya, saat Abbas menyanyikan sebuah lagu yang liriknya mengenai wanita shalihah perindu surga dan tatapannya lama tertuju pada Cahya. Walau para tamu undangan tak menyadari hal itu, namun tidak Fitra yang seolah meminta penjelasan atas apa yang dilakukan Abbas pada sahabatnya itu.

Hubungan Cahya dan Abbas masih belum sepenuhnya seperti saat pertama kali mereka bertemu, karena setelah kejadian minggu lalu itu, mereka tak lagi bersua walau berada di hotel yang sama, bahkan Fitra tak tau bahwa di depan kamar sahabatnya itu merupakan kamar Abbas.

~ Bersambung ~


Cerita sebelumnya bagian 1 > Awal Pertemuan
Cerita sebelumnya bagian 2 > Pertemuan Dengannya
Cerita sebelumnya bagian 3 > Dia - Cahya
Cerita sebelumnya bagian 4 > Saat Rasa Itu Datang
Cerita sebelumnya bagian 5 > Tentangnya
Cerita sebelumnya bagian 6 > Dia Itu Ternyata...
Cerita sebelumnya bagian 7 > Speechless


#Cerbung10Episode
#Tantanganke-7&8
#BismillahLulus
#onedayonepost
#odopbatch5

2 komentar:

  1. Cahya kok sensitif banget ya.
    Bukankah yang dikatakan abbaa tentang meyta itu adalah kebenaran.

    BalasHapus