Selasa, 06 Maret 2018

Miss Dreamer and Mr. Perfect (1) Awal Pertemuan

Bagian 1 (Awal Pertemuan)

“Yaaa. udah kelar belum? Buruan gih entar telat nih, palli!” seruan Fitra dari luar kamar Cahya

“Iya bawel nih aku udah kelar, aish susah deh kalau udah kegantung sama orang ginih!” jwab Cahya dari dalam kamarnya.

“Bukan salah aku bawel kayak gini, lagian juga kamu kan udah tahu kalau mau nebeng sama aku, harus benar-benar siapin semuanya sejam sebelum keberangkatan kita.” kembali Fitra bersuara setelah melihat Cahya yang kini tengah mensejajari  langkahnya menuju pintu rumah.

“Iya, iya baweeelll … aish, aku kan tadinya udah siapin semua sejak beberapa hari lalu, mana aku tahu kalau ternyata file-nya malah hilang!” bela Cahya lagi sambil terus melirik segala keperluannya.

“Ampun dah nih anak satu ya, emangnya kenapa sih kok bisa hilang, kan biasanya kamu udah pasti nge-save semuanya dengan baik?” kembali suara Fitra mengalun saat mereka telah memasuki mobilnya.

“Ya aku sendiri juga bingung, and kuralat ya, bukan hilang tapi lupa save-nya di mana, and sialnya lagi karna kebawelan kamu tuh kepintaran aku untuk mencari sesuatu yang hilang hampir aja meloncat keluar, terhapus sempurna akibat kepanikan kamu yang luar biasa amat sangat mengganggu ituh. Paham!” jawaban Cahya yang mampu membuat Fitra tak lagi membuka suaranya karena tengah memperhatikan jalanan di depannya. “Cahya Putri Satria penerbangan ke Serambi Mekah untuk survei tulisan yang akan menjadi hits di belantika kepenulisan Indonesia. Hah, keren!” khayalan Cahya membuat Fitra hampir kehilangan konsentrasi menyetirnya.

“Hahaha … Kamu tuh emang gila mimpi banget yo! Cahya Putri Satria mohon selama berada dalam perjalanan dengan aku, kamu selipin dulu segala khayalan kamu itu karena bisa jadi akan amat sangat mengganggu dan bahkan akan menimbulkan kecelakaan. Okey beb!” Walau tak terima dengan omelan sobatnya itu, Cahya akhirnya mengikuti instruksi Fitra untuk diam.

Sumber Gambar : blog.tiket.com

Alhamdulillah! Akhirnya kamu enggak ketinggalan pesawat walau aku sepertinya harus rela terlambat dan siap-siap ngederin omelan si Putri Raja hari ini.” Cahya yang mendengar Fitra, langsung memeluknya dan berhasil membuat Fitra yang walau bawel tapi sebenarnya amat peduli padanya itu menangis dalam diam.

“Cups! Cups! Cups! Jangan nangis dong cinta, aku kan enggak pergi untuk selamanya, aku janji akan selalu menghubungi kamu, oh eottoke? belum apa-apa aku udah rindu sama kebawelan kamu nih?” sedikit candaan Cahya dan itu berhasil mengundang tawa Fitra dan melepaskan pelukan mereka yang mengundang tanya hampir seluruh manusia yang ada di bandara.

“Hahaha ... iya dan aku bakalan rindu buat ngederin semua mimpi-mimpi kamu itu!” ungkapan rindu yang cukup aneh dari dua orang sahabat itu terpaksa harus berhenti karena Cahya harus segera chek-in dan Fitra pun harus kembali ke masanya untuk segera bergegas dari bandara menuju kantor dan bersiap diri menerima wejangan bos yang lebih bawel dari dirinya sendiri.

***
Okay! Okay! Iya saya tahu kok, tenang saja! Saya jamin tidak akan ada yang ngenalin saya di sini dan di sana … Iya! Iya … sudah dulu ya mas, saya lagi di dalam pesawat nih, Assalamu’alaikum!” Selesai dengan salamnya pria itu melirik sejenak ke sebelah dan mengucapkan maafnya karena mengganggu.

~ Bersambung ~

#Cerbung10Episode
#Tantanganke-7&8
#BismillahLulus
#onedayonepost
#odopbatch5





13 komentar:

  1. Ahh seru mbaa😍 ini karakter tokoh utamanya kuat banget, miss dreamernya kerasa tanpa perlu "tell". Lanjut mbaa semangat nyerbungπŸ˜†

    BalasHapus
  2. Semangat mba Nia, udah mulai cerbungnya ya, bagaimanakah miss dreamer dan perjalanannya?

    BalasHapus
  3. Keren mbak nia...
    Ku tunggu lanjutannya..

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, walau sedikit bingung juga dibilang keren, secara full dialog inih, Hiii...
    Terimakasih banyak Teh Sasa, Mas Wakhid, Bunda Nabhan, Kak Rafi, dan Kak Lina ^_^
    Semangaaattt...

    BalasHapus
  5. Semangat mbak Nia πŸ˜πŸ˜†

    BalasHapus
  6. Sudah dibaca...
    lanjutkan mb Nia... 😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.
      Terimakasih Mbak Arin.
      Siap, laksanakan ^_^

      Hapus
  7. Sudah dibaca...
    lanjutkan mb Nia... 😊😊

    BalasHapus
  8. Bentar, ini aku syok bacanya~ πŸ˜‚
    /pd oi/

    BalasHapus