Jumat, 04 Mei 2018

Menata Kerinduan pada-Mu ya Rasulullah


“Ay, kamu kenapa? Matamu bengkak dan selaput putih itu berubah merah, kamu habis nangis ya?” kembali suara nyaring Cinta memasuki kamar miniku. Hah, gadis ini selalu saja nyelonong, bikin kaget.

“Hu’um!” entahlah, yang jelas Aya sangat tidak bernafsu untuk bersenda gurau dengannya, I’m so sorry Cin.

“Wuah … ada masalah seriuskah?” kembali gadis penuh kejutan ini bertanya tak lupa memperlihatkan bibir manyunnya yang menggemaskan. Jika saja Aya tak terhipnotis bacaan beberapa hari ini, mungkin Aya akan menimpali ekpresi serius Cinta yang amat lucu itu dengan tawa.

“Cinta ingat, Aya pernah cerita tentang RCO?” tanyaku akhirnya tak tahan juga menjelaskan rasa keingintahuan yang telah tak terbendung itu.

“Ingat dong, kenapa? Apa kali ini, pesertanya diwajibkan membaca buku sedih gituh?!” asli kali ini, Aya sedikit terlepas dari hipnotis yang telah merenggut jiwa itu, memperlihatkan senyum tipis demi menanggapi pertanyaan polos Cinta.

“Hmmm … maybe yes, maybe no!” jawab aya sekenanya.

Mendengar  Aya yang masih enggan berkisah, gadis itu melirik buku di hadapan kami, dua buku tebal dengan genre berbeda, “Ya ampun, mungkinkah kamu membaca dua buku ini? Tidakkah ini buku yang berat? Walau Cinta yakin kamu akan tetap melahapnya dengan nikmat!”

Akhirnya, demi menuntaskan apa yang harus aya selesaikan demi tugas RCO (Reading Challenges Odop) di level ketiga ini, jadilah Aya mengalirkan apa yang seharusnya menjadi jawaban dari pertanyaan Cinta, 

“Iya, kamu benar Cin, dua buku ini sangatlah berat, hampir menguras energi, emosi juga waktu bagi Aya. Seperti yang terlihat, salah satunya ialah buku sejarah, tertulis pada cover-nya, sejarah lengkap kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Kenapa Aya membacanya? Karena salah satu tugas RCO di level ini, membaca buku sejarah dan menuliskannya dengan menjawab beberapa pertanyaan. Pertama, sejarah apa yang diceritakan? Tentu saja, seperti yang telah tampak, buku Ar-Rahiq Al-Makhtum: Sirah Nabawiyah ini menjelaskan secara gamblang sejarah kehidupan Rasulullah, diawali dengan paparan mengenai bangsa Arab dan dinamika kehidupan kehidupan pra-Islam. Mulai dari sejarah pemerintahan, norma hidup, serta gambaran agama, kepercayaan, dan keyakinan yang ada. Hingga akhirnya diperkenalkan pada nasab Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, tentang keluarga dan orangtua, tentang kelahiran Rasulullah, hingga keajabaian yang terjadi pada masa penyusuan di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memperlihatkan betapa Rasul terakhir kita ini ialah anak istimewa karena selalu membawa keberkahan. Menjadi yatim piatu di usia amat sangat muda, tinggal dalam pengasuhan kakek, lalu berganti pada paman. Dan di mulailah masa kenabian yang mencekam bathin.”

“Kamu tahu Cinta, di awal, Aya sudah disuguhi peristiwa yang membuat air mata mengalir tanpa bisa dicegah, selain keresahan Rasulullah saat pertama kali menerima wahyu, namun akhirnya damai bersama kasih istri tercinta Khadijah binti Khuwailid, hal yang membuat pilu ialah perjalanan dakwah itu sendiri. Kamu mungkin pernah menonton perihal perjuangan umat Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang harus rela disiksa demi keyakinan pilihan mereka, namun walau penyiksaan demi penyiksaan terus tertambatkan, tak membuat mereka mengingkari janji pada-Nya. Justru semakin kuat iman itu, semakin jelas surga tergapai bagi mereka. Tinggal bersama paman yang berbeda keyakinan namun juga tak menghalangi membuat Rasulullah sedikit terlindungi, namun semua itu sirna tatkala sang Paman harus kembali menghadap-Nya diringi linangan penyesalan hati Nabi karena tak jua bisa mendengar syahadat dari beliau menjelang ajalnya, dan masa duka semakin terasa tatkala Ummu Khadijah pun harus mencapai akhir hidupnya di dunia.”

“Perjuangan untuk Rasulullah dan umatnya dalam menjalani keyakinan yang langsung turun dari-Nya, berlangsung tak berkesudahan, hijrah ke Madinah menjadi solusi, dan perang demi perang tak terelakkan, kaum Quraisy yang begitu bengis selalu menjadi musuh utama dalam dakwah penyebaran Islam, dan sekali lagi bathin ini harus menangis, tatkala diperlihatkan betapa cintanya para sahabat pada Rasulullah, betapa kuat iman mereka, betapa surge-Nya telah menjadi hadiah yang berharga hingga perjuangan yang melelahkan dan menguras darah hingga kehilangan keluarga bahkan harus saling memusuhi tak menjadi soalan. Hingga … detik-detik terakhir bersama Rasulullah tak terelakkan lagi, dan … menjadi masa berkabung nan berkepanjangan. Di akhir buku indah ini dituturkan kisah singkat mengenai istri-istri nabi serta akhirnya sebagai pelengkap secara ringkas dijelaskan mengenai kesempurnaan fisik dan kemuliaan akhlak Rasulullah yang akan selalu terpatri di hati ini.”

“Kedua, tentang perbandingan dengan buku sejarah lainnya yang mengangkat dengan teori beerbeda. Sungguh, membaca buku ini, sudah cukup bagi aya untuk membaca berbagai referensi mengenai riwayat Rasulullah, Syekh shafiyurrahman al-Mubarakfuri selaku penulis menjabarkan berbagai riwayat di setiap kisah yang dituliskan, tentu saja, aya harus berfikir keras memahami setiap isi riwayat yang tertulis, namun bukankah demikian sejarah yang ada?! Tidak akan cukup satu riwayat saja untuk menuliskan sebuah sejarah apalagi jika itu adalah sejarah mengenai junjungan alam yakni Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.”

“Pernyataan Aya sebelumnya, juga menjadi jawaban dari seberapa pentingnya kita membaca sejarah, sebagaimana telah diketahui bersama, sejarah ialah sangat penting bagi kehidupan dunia, “dengan sejarah kita bisa melihat masa depan” itulah kutipan yang tertulis oleh Agung Pribadi dalam bukunya Gara-Gara Indonesia, yang sebelumnya merupakan buku yang pertama kali aya baca saat mengikuti kelas RCO. Dan untuk mengetahui satu sejarah, kita harus mampu membaca berbagai referensinya, karena masih banyak sejarah-sejarah tersembunyi yang musti kita jelajahi demi pengetahuan sejarah yang lebih baik dan mengarah pada kebenaran hakiki, walau yah, tentu, perlu perjuangan tak kenal lelah, walau tetap saja, kesempurnaan sejarah takkan benar-benar kita dapati, namun sejatinya dapat kita amati dan menjadikan pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik. Khususnya sebagai muslim, patutlah kita bersyukur karena untuk mengetahui apa yang terjadi pada alam semesta, Allah telah menceritakannya segalanya lewat firman-Nya dalam kitab suci Al-Quran.”

”Membaca Sirah Nabawiyah ini, membuat jiwa raga iri pada para sahabat, semakin rindu untuk berjumpa dengannya makhluk teladan yang amat dicinta-Nya. Yah, benar, tak seharusnya aya begini lagi, sudah cukup pembahasannya dari tadi, semoga perjuangan dakwah kecil kita bisa tetap terus tertanam dalam sanubari, dan terealisasi atas ridho-Nya. CIn, kamu masih mendengarkan?!”

Tersadar, Aya telah mengoceh panjang kali lebar tanpa mendengar suara cerewet Cinta, dan benar saja, gadis tukang tidur itu, kini pulas bersama mimpi indahnya dan dua buku tebal dalam dekapan eratnya, Ya Allah, apa yang dipikirkan gadis ini? Apa buku itu terlihat seperti guling baginya, eh, tunggu, berarti dari tadi aya bicara sendiri dong?! Aish, gadis ini, selalu saja! Ah, biarlah! 

#TugasRCO3 
#Tugas1Level3 
#OneDayOnePost


Nb: Buku kedua ialah novel yang difilmkan dan mendapat penghargaan.

0 komentar:

Posting Komentar