Jumat, 04 Mei 2018

Resensi Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika


Judul   : Bulan Terbelah di Langit Amerika 
Penulis : Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Tahun Tebit : Mei 2014 
Tebal : 344 Halaman 
ISBN : 978-602-03-0545-5 

Sinopsis: 
11 September 2001, Peristiwa tak bertanggung jawab itu terjadi, sebuah burung besi besar menghantam sebuah menara kembar, Gedung World Trade Center (WTC) New York, Amerika Serikat.

Delapan tahun berlalu, diperlihatkan secara bergantian pada sosok Hanum dan Rangga yang sesuai skenario indah-Nya, harus meninggalkan Wina dan bertolak ke New York, Amerika Serikat. Tujuan Negara yang sama namun dengan misi yang berbeda, menimbulkan perseteruan tak berkesudahan bagi keduanya, di lain sisi Rangga yang sebenarnya ingin menikmati liburan bersama Hanum disela kesibukan paper keduanya dengan tema The Power of Giving in Business harus terpaksa kecewa, karena Hanum yang begitu fokus pada penelitian untuk artikel barunya yang cukup mendebarkan berjudul “Would world be better without Islam?".

Pencarian narasumber di mulai, Hanum dan Rangga yang tak henti berselisih faham akhirnya menjejakkan kaki pada area Ground Zero Memorial. Naasnya saat kunjungan itu, demonstrasi penolakan pembangunan masjid di atas tanah bersejarah yang memilukan itu mengalami kerusuhan, Hanum yang tengah mewawancarai pemimpin demo Michael Jones yang kehilangan istrinya Anna, terpaksa mengakhiri dan ikut terjepit dalam kerusuhan yang makin tak terelakkan, menyebabkan Ia tak bisa menghubungi Rangga yang menunggu di luar sana.

Perpisahan tak terelakkan terjadi, walau Rangga begitu mengkhwatirkan istrinya namun, pertemuannya dengan Phillipus Brown dan presentasi paper kedua harus dilakukan. Hanum sendiri memilih berlindung dalam sebuah masjid, hingga dipertemukan pada sosok kurator museum bernama Julia Collins yang tadinya sempat dijumpainya bersama Rangga. Julia ternyata ialah Azima muslim mualaf yang juga merupakan keluarga korban WTC, salah satu narasumber yang diajukan oleh Gertrud Robinson atasannya di tempatnya bekerja sebagai jurnalis, Heute ist Wunderbar, sepanjang perjalanan, Azima membuat Ia tak henti merutuki diri, karena ternyata Ibu satu anak itu lebih  mencintai Islam dibanding dirinya, dari Azima terungkap segala fakta mengenai pengaruh Islam bagi Amerika, dari Azima, hanum belajar sejarah yang selama ini terkubur tentang Islam. Salah satunya penemuan Amerika.

Awalnya penolakan yang diberikan, namun tatkala melihat kegigihan Hanum dan keinginan putrinya Sarah, Azima pun menyetujui menjadi narasumber, dengan syarat Hanum tetap memanggilnya Julia tatkala di depan ibu tercinta yang seorang nasrani dan amat tidak menyukai pilihannya menjadi mualaf. Nyonya Hyacinth Collinsworth, ibunda tercintanya itu mengalami alzheimer, beberapa tahun setelah kepergian sang suami. Karena hal itulah, Azima kini ialah Julia Collins dan melepas hijabnya. Namun, begitu, walau menjadi orang asing karena status muslimnya dan peristiwa hebat yang merenggut nyawa suaminya Abe yang hingga delapan tahun berlalu tak tahu di mana jasadnya. Seorang Azima menyembunyikan keislamannya lewat wig yang dikenakannya, dan hal itu menambah malu Hanum yang saat itu bahkan tak melakukan kewajibannya sebagai muslimah sejati.

Rangga yang kini telah berada di Washington DC, menghadiri konferensi Phillipus Brown, seorang miliarder dermawan yang menjadi alasan utamanya meninggalkan wina dan berada di Amerika Serikat, selain untuk penyelesaian paper keduanya, juga harus menjalankan misi dari Prof. Reinhard yang mengharapkan pemilik perusahaan sukses ini berkenan mengisi kelas Etika Bisnis di kampusnya. Walau masih dengan kegalauan tak terkira, Rangga tetap menghadiri konferensi dan melakukan presentasinya. Ia juga sempat mempertanyakan pertanyaan dari artikel yang akan ditulis hanum pada seorang Sr. Phillipus Brown, “would world be better without Islam?”

Menjelang kepergian Hanum bersama keluarga Azima ke DC, Ia berjumpa kembali dengan Michael Jones, yang ternyata mengidap penyakit gagal ginjal, pembicaraan mendalam tak terelakkan hingga perpisahan kembali terjadi. Setibanya di DC berjumpa kembali dengan Rangga, Hanum yang sudah lelah membiarkan suaminya menggantikan perannya untuk memberikan laporan pada Gertrud. Hingga, hal tak terduga kembali menghampiri Rangga. 

Akhir kisah dan menjawab segala pertanyaan Azima, Michael Jones, dan yang terutama Hanum untuk artikelnya, Phillipus Brownlah orangnya. Seseorang yang sangat menginspirasi ini ternyata dulunya atasan Anna (Istri Michael Jones yang juga sahabat karibnya) dan Abe (Ibrahim Hussein, suami Azima dan ayah Sarah (Amalia Hussein)). Segala pertanyaan yang menusuk hati para keluarga korban 9/11 WTC, disampaikan jawabannya oleh Phillipus Brown dalam sebuah penganugerahan untuk dirinya di CNN TV Heroes yang juga dihadiri Rangga, Hanum, Azima, Sarah, Nyonya Haycinth Collins, dan anak angkat Phillip dan para tamu undangan lainnya. Hingga akhirnya hadiah pernikahan berupa cincin berlian indah dengan ukiran Azima-Ibrahim 11 September 2nd anniversary, yang dititipkan Abe pada bosnya itu, menemui pemiliknya, Azima Hussein.

Kelebihan : 
Novel ini ditulis dari dua sisi penulis, Hanum dan Rangga sebagai POV 1, kisahnya yang kaya dengan pengetahun tentang sejarah Islam, menguak segala tabir yang sempat menjadi pertanyaan dan keraguan, sungguh, takkan menyesal untuk membacanya bahkan berulang kali. Penuh dengan pesan moral bagi perjalanan kehidupan berbangsa dan beragama. Mengenalkan betapa Islam ialah rahmatan lil alamin, dan betapa Islam sesungguhnya bukanlah teroris yang digemborkan hingga kini.

Kekurangan : 
Terdapat beberapa istilah asing yang bagi orang awam sangat sulit dipahami. Dan memperlihatkan pengaruh besar terhadap perubahan yang terjadi pada Amerika Serikat yang ditalangi oleh sosok Nabi, memanglah membanggakan dan patut disyukuri, namun, membiarkan patung relief para Nabi menjadi tontonan dalam setiap gedung berpengaruh di Amerika bukanlah sikap muslim yang seharusnya dimiliki. 

Mengakhiri resensi ini, bisa saya katakan bahwa bagi kamu yang ingin lebih mengenal bagaimana sosok muslim dalam bersosialisasi, mengetahui lebih mendalam tentang beberapa peristiwa dunia yang terkait erat dengan Islam, serta menjawab keraguan tentang agama mulia ini, maka sangat saya sarankan kamu untuk membaca novel yang luar biasa ini.


#TugasRCO 
#Tugas3Level3 
#OneDayOnePost

2 komentar:

  1. Ini kelanjutan seri 99 cahaya dilangit Eropa tapi di Amerika ya mbak?

    BalasHapus