Kamis, 07 November 2019

Persembahan Cinta Untukmu


ODOP Batch 7 telah berakhir, menandakan tugas sebagai PJ menemui perhentiannya. Flashback ke dua bulan lebih sebelum kelulusan, diri ini bersama tiga bidadari ODOP diberikan amanah untuk bertanggung jawab di grup Adelaide. Hingga, akhirnya diberikan nama-nama peserta yang lolos dan menjadi keluarga baru. Adelaide ialah grup “istimewa”, “spesial”, kenapa begitu? karena sejak awal, untuk masuk ke grubes, grupcil, dan share link, beberapa pesertanya harus diculik dulu.

Pekan pertama terlewati dan sesuai dugaan … yang menyetor tulisan hanya segelintir saja, begitupun yang aktif di grup, bahkan ada peserta yang mengundurkan diri di awal. Salah kami, memang. Harusnya sejak awal, saya berinisiatif untuk membangkitkan mereka. Tapi, saya yakin ada PJ yang telah melakukannya, karena juga sudah diberikan tanggung jawab untuk itu. Namun, mungkin kesibukan dan lain hal membuat para peserta ini tak setitikpun meninggalkan jejak. Bahkan, sekedar membaca dan menjawab wapri-an pun, sulit.

Rekapan pertama telah dipintakan, namun belum tampak ke permukaan. Alhasil saya bicara sebentar di grup PJ mempertanyakan, ternyata tiada yang sempat membuat. PJ yang bertanggung jawab pun ternyata tengah berada dalam kesibukan yang super. Jadilah, dokumen yang tengah menunggu diperiksa dan diarsipkan, saya abaikan dahulu berganti laporan sepekan adelaiders. Miris, down, walaupun sebenarnya telah memprediksi. Namun, masih tak bisa percaya. Dari 22 peserta menyisakan 10 adelaiders yang lolos pekan pertama.

Penyesalan tiada guna, yang berlalu biarlah berlalu, masa kini menanti harapan. Namun, kembali, kecewa harus tertoreh. Pekan kedua … kembali dua adelaiders gugur. Biarpun yah, suai prediksi … lagi-lagi …. Masuk pekan ketiga, kembali dengan terpaksa satu orang adelaiders harus keluar, beliau sejak awal harus merelakan kembalinya sang ayah pada-Nya, disusul kepergian keponakan, di tengah kondisi fisiknya sendiri yang lemah karena hamil. Pekan keempat, tujuh Adelaide bertahan, dengan banyak kisah menghampiri.

Setelah sejak awal harus merelakan banyaknya peserta yang gugur, Adelaide harus kehilangan satu PJ-nya. Padahal, beliaulah yang banyak berkontribusi dalam merekomendasikan ODOP pada para peserta ODOP Batch 7. Namun, karena kesibukan yang tak bisa abai, membuatnya harus memutuskan.

Sedikitnya jumlah adelaiders membuat grup Adelaide hampir saja dimerger dengan grup lain. Namun, kesetiaan dan keutuhan untuk terus bersama hingga akhir, membuat hal langka dalam ODOP itu tak terjadi. Hingga akhirnya, pekan keenam tiba, dua adelaiders terpaksa keluar karena kesibukannya. Tinggallah, lima adelaiders di pekan terakhir.

Namun, kisah sedih itu masih enggan pergi meninggalkan Adelaide. Satu peserta terpaksa mundur karena kondisi kesehatannya. Lagi-lagi, Adelaide membuat sejarah baru dalam ODOP, setelah di pekan pertama menjadi peserta gugur terbanyak, di akhir menjadi peserta paling sedikit bertahan. Subhanallah. Terlepas dari rasa kecewa pada diri sendiri dan kondisi yang sepertinya memang tak bisa diabaikan oleh setiap insan di Adelaide, begitu banyak pelajaran berharga di dalamnya.

Sebagai manusia, jangan sampai waktu menyita perhatian kita. Hingga, tugas dan tanggung jawab terabaikan. Manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan apalagi bila berada dalam kesibukan yang tiada tara. Jika kau punya mimpi, kejar dan action-lah. 

Mengakhiri persembahan yang penuh penyesalan ini, izinkan saya meminta maaf yang sebesarnya, karena belum bisa maksimal sejak awal dalam membersamai. Terima kasih tiada tara untuk adelaiders dan para PJ.

Spesial untuk adelaiders yang gugur, Wiwin Astiningrum, Amalia Miftahul Falah, Annisa Khairiyyah Rahmi Nasution, Ayu Hasmayanti HK, Hilda Fpon, Ike Novita Indraswari, Inten Tamimi, MG. Makruf, Noviyanti Dewi Astini, Radila Jasin, Rizki Aidawati, Sofiyatul Mukarramah, Dea Fitria, Siti Munawaroh, Sudarmi, Bintun Nuqthoh, Erni Fitriani, dan Ilis Yuliani, semoga next batch kita bisa bersua kembali dan segala doa yang terbaik untuk semuanya.

Erlina Siahaan, Marwita Oktaviana, Rusmiyati, Selvi Febriani, selamat dan semoga betah di ODOP. Oh iya, petualangan yang sebenarnya baru akan dimulai. So, semangat … Hihihi …. Mbak Agil uin, mbak Ivieth, mbak Ulfi, terima kasih untuk kerja kerasnya, hanya Allah yang bisa membalas jasamu. The last, semoga terus semangat meliterasikan masyarakat dan memasyarakatkan literasi. Salam ngodop adelaiders.

14 komentar:

  1. Adelaide: survivor terbaik ODOP 7 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih tak terhingga untukmu mbak🙏

      Hapus
    2. Sepakat... salah satu temanku ada di sana. dan PJ ODOP yang sempat ditulis juga ada di sana. keduanya, bersama dengan penulis tulisan ini. sama-sama luar biasa. jadi aku sepakat dengan pernyataan Kasaki.

      lain hal, aku jadi penasaran dengan Kak Isnania atau mungkin seringnya di panggil Kak Hiday.

      Hapus
    3. Temennya Selvi ya Kang. PJ mbak Ivieth😇 jangan penasaran Kang, ntar kecewa😁 Oh iya, saya dan mbak Hiday dua orang yang berbeda🙊

      Hapus
  2. Kalimat nya ga ngebosanin buat dibaca, semangat trus untuk krya tulisan tulisannya kak... proud of you..

    BalasHapus
  3. Huhuhu:"sedih banget,makasih banyak untuk kakak pj adelaide

    BalasHapus
  4. Ayu Hasmayanti HK7 November 2019 19.32

    Ahhhh terharuuuuu, terimakasih buat semuanya. Terutama di grup Adelaide ini, saya juga minta maaf tidak bisa bertahan lebih lama di grup. Dan buat kakak-kakak yang lolos jadi anggota odop semangat. Tahun saya tahun depan yoo ��

    BalasHapus
  5. Terharu ya Allah Adelaide bahkan sempat akan di gabung dengan group lain. Ya Allah Selvi benar-benar bangga berdiri bersama Adelaiders trutama kakak-kakak PJ Adelaide. Terimakasih yang tak terhingga dari Selvi😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga untukmu karena telah bertahan Kak Selvi😘 tetap semangat selalu nulisnya ya.

      Hapus